4. Jenis alat pemadam api , alat pemadam api merupakan peralatan yang sangat penting untuk keselamatan dan perlindungan terhadap kebakaran.
Berikut adalah beberapa jenis alat pemadam api yang umum digunakan: jenis alat pemadam api
- Alat Pemadam Api Dry Chemical Powder
- Alat Pemadam Api Co2 Carbondioksida
- Alat Pemadam Api Foam AFFF
- Alat Pemadam Api Clean Agent Halon Free AF 11
jenis Alat Pemadam Api : Pilihan Terbaik untuk Menangani Kebakaran Ketika menghadapi bahaya kebakaran, salah satu alat yang paling vital adalah Alat Pemadam Api Jenis Fungsi Ukuran dan Harga hadir dalam berbagai jenis, masing-masing dirancang untuk mengatasi kebakaran dengan cara yang berbeda. empat jenis Alat pemadam api yang umum digunakan: Jenis Alat pemadam Api CO2 Carbondioksida , Jenis Alat pemadam api dry chemical powder, Jenis Alat pemadam api foam, dan Jenis Alat pemadam api halon free af 11.
1. DRY CHEMICAL POWDER FIRE EXTINGUISHER
Alat pemadam api ringan dengan bahan kimia kering adalah salah satu yang paling umum digunakan dan efektif untuk memadamkan berbagai jenis kebakaran, termasuk kebakaran kelas A (bahan bakar padat), kebakaran kelas B (bahan bakar cair), dan kebakaran kelas C (bahan bakar gas).
Serbuk kimia kering ini menghambat reaksi kimia dalam api, memadamkannya dengan cepat dan efektif. Karena kemampuannya yang serbaguna, Alat pemadam api ini sering ditemukan di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Alat Pemadam Api Dry Chemical Powder
BAHAN MEDIA JENIS ISI DAN FUNGISNYA DRY CHEMICAL POWDER FIRE EXTINGUISHER

jenis Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering adalah jenis alat pemadam api yang umum digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan padatan yang mudah terbakar, cairan yang mudah terbakar, dan kebakaran listrik. Berikut rincian komponen-komponennya: Alat Pemadam Kebakaran
JENIS DRY POWDER TERPOPULER
Jenis Media (Bubuk Kimia Kering) : Bahan pemadam berupa bubuk kimia kering yang merupakan komponen utama dari alat pemadam kebakaran ini. Bubuk ini biasanya terdiri dari monoamonium fosfat, natrium bikarbonat, atau kalium bikarbonat. Bahan kimia ini bekerja dengan menghentikan reaksi kimia api, sehingga dapat memadamkannya.
- Jenis Isi (Jenis Isi): Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering tersedia dalam berbagai jenis berdasarkan susunan kimia spesifik dari bubuk tersebut. Jenis yang paling umum meliputi:
- Jenis Bubuk ABC: Alat pemadam jenis ini mengandung bubuk kimia kering serbaguna yang dapat memadamkan api yang melibatkan kebakaran Kelas A (padatan mudah terbakar), Kelas B (cairan mudah terbakar), dan Kelas C (listrik). Ini serbaguna dan cocok untuk penggunaan umum.
- Jenis Serbuk BC: Alat pemadam ini mengandung bubuk natrium bikarbonat atau kalium bikarbonat dan cocok untuk digunakan pada kebakaran Kelas B dan Kelas C, sehingga ideal untuk kebakaran akibat cairan dan listrik yang mudah terbakar.
- Jenis Serbuk Kelas D: Dirancang khusus untuk kebakaran yang melibatkan logam mudah terbakar seperti magnesium, natrium, kalium, dan titanium. Alat pemadam ini mengandung bubuk kering yang diformulasikan untuk memadamkan api jenis ini secara efektif.
FUNGSI :
Fungsi utama Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering adalah untuk memadamkan dan memadamkan api dengan cara memadamkan api dan menghentikan reaksi kimia api. Ketika dibuang ke api, bubuk kimia kering membentuk selimut di atas sumber bahan bakar, memutus pasokan oksigen dan mencegah penyebaran api. Ini juga membantu mendinginkan permukaan bahan bakar, yang selanjutnya membantu pemadaman kebakaran.
Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering banyak digunakan di berbagai lingkungan seperti rumah, kantor, fasilitas industri, dan kendaraan karena efektivitas dan keserbagunaannya dalam memadamkan berbagai jenis kebakaran.
KELAS KEBAKARAN ALAT PEMADAM API SERBUK KIMIA KERING
Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering biasanya dikategorikan ke dalam kelas atau peringkat berbeda berdasarkan efektivitasnya dalam memerangi jenis kebakaran tertentu. Klasifikasi ini ditandai dengan huruf, seperti Kelas A, B, C, D, dan terkadang Kelas K. Berikut rincian kelas dan jenis kebakaran yang dirancang untuk dipadamkan:
- Kelas A: Alat pemadam api kelas ini dirancang untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, karet, dan beberapa plastik. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas A efektif melawan jenis kebakaran ini.
- Kelas B: Kebakaran Kelas B melibatkan cairan atau gas yang mudah terbakar seperti bensin, minyak, gemuk, pelarut, dan cat. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas B cocok untuk memadamkan api jenis ini.
- Kelas C: Kebakaran Kelas C melibatkan peralatan listrik berenergi, seperti peralatan, kabel, pemutus arus, dan stopkontak. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas C bersifat non-konduktif dan aman digunakan pada kebakaran listrik.
- Kelas D: Kebakaran Kelas D melibatkan logam yang mudah terbakar seperti magnesium, natrium, kalium, titanium, dan litium. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering Khusus dengan peringkat Kelas D dirancang khusus untuk memadamkan jenis kebakaran ini.
- Kelas K: Kebakaran Kelas K melibatkan minyak goreng, lemak, dan lemak yang biasa ditemukan di dapur komersial. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas K dirancang khusus untuk digunakan di lingkungan dapur untuk memadamkan jenis kebakaran ini.
Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering sering kali diberi label dengan peringkat beberapa kelas (misalnya, ABC atau BC), yang menunjukkan kesesuaiannya untuk memadamkan berbagai jenis kebakaran. Penting untuk memilih alat pemadam kebakaran yang tepat berdasarkan bahaya kebakaran spesifik yang ada di lingkungan tertentu. Jual Alat Pemadam Kebakaran Jakarta
2. CO2 (CARBON DIOXIDE) FIRE EXTINGUISHER

Alat pemadam api CO2 dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan bakar yang mudah terbakar, seperti minyak, gas, atau listrik. CO2 bekerja dengan menghilangkan oksigen dari area yang terbakar, sehingga memadamkan api tanpa meninggalkan residu berbahaya atau merusak peralatan elektronik. Ini membuatnya sangat ideal untuk digunakan di kantor, laboratorium, atau ruang server.
JENIS BAHAN MEDIA PEMADAM KEBAKARAN CO2 (KARBON DIOKSIDA) DAN FUNGSINYA

Alat Pemadam Kebakaran CO2 (Karbon Dioksida) umumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan cairan mudah terbakar dan kebakaran listrik. Berikut rincian komponen dan fungsinya:
Media (Karbon Dioksida) : Bahan pemadam yang digunakan pada Alat Pemadam Api CO2 adalah gas karbon dioksida yang disimpan pada tekanan tinggi dalam bentuk cair. Saat dibuang, karbon dioksida cair dengan cepat mengembang menjadi gas, menciptakan lapisan gas yang menggantikan oksigen dan membuat api mati lemas. Kurangnya oksigen ini secara efektif memadamkan api dengan menghilangkan salah satu elemen penting yang diperlukan untuk pembakaran.
Jenis Isian: Seperti disebutkan, pengisian utama Alat Pemadam Api CO2 adalah gas karbon dioksida. Alat pemadam jenis ini cocok digunakan pada kebakaran Kelas B (cairan mudah terbakar) dan Kelas C (listrik). Bersifat non-konduktif sehingga aman digunakan pada kebakaran listrik tanpa risiko menyebabkan sengatan listrik.
Fungsi : Fungsi utama Alat Pemadam Api CO2 adalah untuk memadamkan api dengan menggantikan oksigen dan mengurangi konsentrasi gas yang mudah terbakar di sekitar api. Pelepasan gas karbon dioksida yang cepat menciptakan pelepasan dingin yang mendinginkan permukaan bahan bakar, yang selanjutnya membantu pemadaman kebakaran. Alat Pemadam Api CO2 sangat efektif di ruang tertutup dan situasi di mana pembersihan atau kerusakan akibat bahan pemadam lainnya, seperti bubuk kimia kering atau busa, menjadi perhatian.
Alat Pemadam Api CO2 umumnya ditemukan di lingkungan yang terdapat cairan atau peralatan listrik yang mudah terbakar, seperti laboratorium, ruang server, gardu listrik, dan fasilitas industri. Sangat penting untuk dilatih dalam penggunaan Alat Pemadam Api CO2 dengan benar, karena alat ini dapat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar karena pelepasan gas yang cepat dan risiko radang dingin akibat suhu gas yang dibuang sangat dingin.
KELAS KEBAKARAN ALAT PEMADAM API CO2 CARBONDIOKSIDA
Kelas B: Kebakaran Kelas B melibatkan cairan atau gas yang mudah terbakar seperti bensin, minyak, gemuk, pelarut, dan cat. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas B cocok untuk memadamkan api jenis ini.
Kelas C: Kebakaran Kelas C melibatkan peralatan listrik berenergi, seperti peralatan, kabel, pemutus arus, dan stopkontak. Alat Pemadam Api Bubuk Kimia Kering dengan peringkat Kelas C bersifat non-konduktif dan aman digunakan pada kebakaran listrik.
3. BUSA FOAM AFFF FIRE EXTINGUISHER

Alat pemadam api berbusa cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A dan kelas B. Busa yang dihasilkan oleh Alat ini menghasilkan lapisan yang mencegah oksigen mencapai bahan bakar, memadamkan api dan mencegah kembalinya percikan api. Ini sering digunakan di area industri, seperti pabrik, gudang, atau area penyimpanan yang memiliki risiko kebakaran cairan.
MATERI MEDIA, JENIS ISI DAN FUNGSI ALAT PEMADAM API BUSA FOAM AFFF

Alat Pemadam Api Busa dirancang untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan cairan yang mudah terbakar seperti bensin, minyak, gemuk, dan cat. Berikut rincian komponen dan fungsinya: Alat Pemadam Kebakaran Jenis Foam Busa | Berbagai Ukuran & Merk
Media (Busa): Bahan pemadam yang digunakan pada Alat Pemadam Api Busa adalah konsentrat busa yang dicampur dengan air. Konsentrat busa ini biasanya berupa larutan deterjen sintetik atau larutan busa berbasis protein.
Busa tersebut bekerja dengan membentuk selimut di atas permukaan cairan yang mudah terbakar, memutus pasokan oksigen dan mencegah pelepasan uap yang mudah terbakar. Ini juga membantu mendinginkan permukaan bahan bakar, sehingga memadamkan api.
Jenis Isi: Alat Pemadam Api Busa mengandung campuran konsentrat busa dan air yang disimpan dalam tangki alat pemadam. Saat alat pemadam habis, campuran konsentrat busa dan air bertekanan dikeluarkan melalui nosel, lalu bercampur dengan udara untuk membentuk selimut busa.
Fungsi (Fungsi): Alat Pemadam Api Busa efektif terhadap kebakaran Kelas B, yang melibatkan cairan dan gas yang mudah terbakar. Saat dibuang ke api, busa membentuk selimut tebal di atas permukaan cairan yang mudah terbakar, sehingga memadamkan api dan mencegah penyebaran api. Busa juga membantu mendinginkan permukaan bahan bakar, mengurangi risiko penyalaan kembali.
Alat Pemadam Api Busa umumnya digunakan di lingkungan yang terdapat cairan mudah terbakar, seperti fasilitas industri, gudang, garasi, dan laboratorium. Alat Pemadam Api Busa serbaguna dan menyediakan cara yang efektif untuk memadamkan api yang melibatkan cairan yang mudah terbakar. Namun, penting untuk memilih jenis alat pemadam kebakaran yang sesuai berdasarkan bahaya kebakaran spesifik yang ada di lingkungan tertentu dan untuk memastikan pelatihan yang tepat dalam penggunaannya Alat Pemadam Api Busa Foam AFFF 6 %
ALAT PEMADAM API BUSA KELAS API
Alat Pemadam Api Busa biasanya diklasifikasikan untuk digunakan pada kebakaran Kelas A dan Kelas B. Berikut rincian klasifikasinya dan jenis kebakaran yang dapat dipadamkannya:
Kelas A: Media: Busa berbahan dasar air.
Jenis Isi: Alat Pemadam Api Busa mengandung konsentrat busa yang dicampur dengan air.
Fungsi: Alat pemadam ini efektif terhadap kebakaran yang melibatkan bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, karet, dan beberapa plastik. Busa tersebut membentuk selimut di atas bahan yang terbakar, menekan nyala api dan mencegah nyala kembali.
KELAS B: MEDIA: KONSENTRAT BUSA DICAMPUR AIR.
Jenis Isi: Alat Pemadam Api Busa mengandung konsentrat busa yang dicampur dengan air.
Fungsi: Kebakaran kelas B melibatkan cairan dan gas yang mudah terbakar seperti bensin, minyak, gemuk, pelarut, dan cat. Alat Pemadam Api Busa cocok untuk memadamkan jenis kebakaran ini dengan membentuk lapisan busa tebal yang menutup permukaan bahan bakar, mencegah keluarnya uap yang mudah terbakar dan memadamkan api.
Alat Pemadam Api Busa serbaguna dan dapat digunakan pada berbagai bahaya kebakaran, menjadikannya alat yang berharga untuk keselamatan kebakaran di lingkungan di mana terdapat risiko kebakaran Kelas A dan Kelas B. Namun, penting untuk memilih jenis alat pemadam kebakaran yang sesuai berdasarkan bahaya kebakaran spesifik di lingkungan tertentu dan untuk memastikan pelatihan yang tepat dalam penggunaannya.
4. HALON FREE AF 11 FIRE EXTINGUISHER

Alat pemadam api ini merupakan alternatif yang ramah lingkungan untuk Alat pemadam api berbasis halon, yang telah dilarang karena dampak negatifnya terhadap lapisan ozon. Halon Free AF 11 bekerja dengan cara menghambat reaksi kimia dalam api, sehingga memadamkannya tanpa meninggalkan residu atau merusak lingkungan. Ini adalah pilihan yang ideal untuk lingkungan yang sensitif terhadap lingkungan, seperti laboratorium penelitian atau fasilitas penyimpanan arsip.
MEDIA JENIS BAHAN DAN FUNGSINYA HALON FREE AF 11 FIRE EXTINGUISHER
Alat Pemadam Api Halon Free AF 11 dirancang untuk menjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan alat pemadam api tradisional berbahan dasar halon, yang diketahui dapat menipiskan lapisan ozon. Berikut ciri-ciri komponen dan fungsinya:
- Agen: Bahan aktif utama Alat Pemadam Api Halon Free AF 11 biasanya merupakan campuran garam kalium atau kalium asetat, yang bekerja dengan cara menghentikan reaksi kimia api, terutama dengan menghambat proses pembakaran.
- Propelan: Ini adalah zat yang digunakan untuk mendorong bahan keluar dari alat pemadam ketika habis. Propelan umum termasuk nitrogen atau udara bertekanan.
- Tabung: Tabung tersebut menampung bahan dan propelan di bawah tekanan. Biasanya terbuat dari baja atau aluminium untuk menahan tekanan dan potensi kondisi lingkungan.
- Nosel: Nosel mengarahkan aliran bahan pemadam ke arah api. Ini mungkin dirancang untuk menciptakan kabut halus atau aliran air, tergantung pada jenis api dan efek pemadaman yang diinginkan.
- Gagang Pengaman: Ini adalah mekanisme yang digunakan untuk mencegah keluarnya alat pemadam secara tidak sengaja. Peniti harus dilepas sebelum pegangannya dapat dipencet untuk mengaktifkan alat pemadam.
- Pengukur Tekanan: Banyak alat pemadam kebakaran memiliki pengukur tekanan untuk menunjukkan tekanan internal tabung. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memastikan alat pemadam terisi dayanya dan siap digunakan.
FUNGSI :
Utama Alat Pemadam Api Halon Free AF 11 adalah untuk memadamkan dan memadamkan api dengan menghilangkan satu atau lebih elemen segitiga api: panas, bahan bakar, atau oksigen. Cocok untuk digunakan pada kebakaran Kelas A (bahan mudah terbakar biasa seperti kayu atau kertas), Kelas B (cairan mudah terbakar seperti bensin atau minyak), dan Kelas C (kebakaran listrik). Selain itu, karena bebas halon, bahan ini dianggap lebih aman bagi lingkungan namun tetap efektif dalam aplikasi pemadaman kebakaran.
BAHAN MEDIA ALAT PEMADAM API HALON FREE AF 11

Media atau bahan yang digunakan pada Alat Pemadam Api Halon Free AF 11 biasanya terdiri dari campuran garam kalium, kalium asetat, atau senyawa sejenis. Zat-zat ini bertindak sebagai penekan api dengan menghentikan reaksi kimia api, sehingga secara efektif memadamkannya. Berikut rincian beberapa komponen umum:
Garam Kalium: Garam kalium, seperti kalium karbonat atau kalium bikarbonat, umumnya digunakan sebagai bahan aktif utama dalam Alat Pemadam Api Halon Free AF 11. Garam-garam ini bekerja dengan mengganggu proses pembakaran secara kimiawi, sehingga menghambat penyebaran api.
Kalium Asetat: Senyawa lain yang sering ditemukan dalam campuran bahan adalah kalium asetat. Fungsinya serupa dengan garam kalium, yaitu dengan mengganggu reaksi kimia api dan mencegahnya bertahan.
Propelan: Meskipun fokus utamanya adalah pada zat pencegah kebakaran, ada juga propelan yang diperlukan untuk mengeluarkan zat tersebut dari alat pemadam saat diaktifkan. Propelan umum termasuk nitrogen atau udara bertekanan.
Komponen-komponen ini dicampur secara hati-hati untuk menghasilkan bahan pemadam kebakaran efektif yang ramah lingkungan (bebas halon) dan mampu memadamkan kebakaran dengan cepat dan efisien di berbagai kelas, termasuk kebakaran Kelas A, B, dan C.
KELASA KEBAKARAN HALON FREE AF 11 FIRE EXTINGUISHER
Kelas kebakaran (atau sering disebut sebagai klasifikasi kebakaran) menunjukkan jenis bahan yang terbakar dan metode yang tepat untuk memadamkannya. Halon Free AF 11 Fire Extinguisher biasanya efektif untuk mengatasi kebakaran pada berbagai kelas, termasuk:
- Kelas A: Termasuk bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, dan sejenisnya. Halon Free AF 11 Fire Extinguisher dapat memadamkan kebakaran kelas A dengan efektif.
- Kelas B: Merujuk pada bahan-bahan cair atau mudah terbakar yang tidak larut dalam air, seperti minyak, bensin, pelarut organik, dan sejenisnya. Halon Free AF 11 Fire Extinguisher juga dirancang untuk mengatasi kebakaran kelas B.
- Kelas C: Kebakaran yang melibatkan peralatan listrik atau sirkuit listrik. Halon Free AF 11 Fire Extinguisher dapat digunakan dengan aman untuk memadamkan kebakaran kelas C karena tidak menghantarkan listrik.
- kelas D : digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan logam yang mudah terbakar. untuk memadamkan api yang melibatkan logam yang mudah terbakar seperti magnesium, natrium, kalium, titanium, dan litium.
- kelas K : mengandung bahan kimia basah yang dirancang khusus untuk digunakan pada kebakaran yang melibatkan minyak goreng, lemak, dan lemak.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua kebakaran dapat ditangani dengan menggunakan satu jenis pemadam api. Sebagai contoh, pemadam api berdasarkan air mungkin tidak cocok untuk digunakan pada kebakaran kelas B karena dapat memperbesar api akibat reaksi dengan bahan bakar yang mudah terbakar.
Oleh karena itu, saat menghadapi kebakaran, penting untuk memahami kelas kebakaran dan memilih pemadam api yang sesuai untuk jenis kebakaran yang terjadi. Halon Free AF 11 Fire Extinguisher adalah pilihan yang baik untuk kebakaran kelas A, B, dan C, namun, untuk keamanan maksimal, pastikan untuk memahami instruksi penggunaan dan batasan pemadam api tersebut.
Dalam menghadapi risiko kebakaran, penting untuk memiliki Alat pemadam api yang sesuai dengan kebutuhan dan risiko spesifik di tempat kerja atau di rumah. Pelatihan dalam penggunaan Alat pemadam api juga penting untuk memastikan bahwa mereka dapat digunakan dengan benar dan efektif dalam situasi darurat. Dengan memahami perbedaan antara berbagai jenis Alat pemadam api, kita dapat meningkatkan keselamatan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman kebakaran.
JENIS ISI MATERI MEDIA FIRE CLASS DAN FUNGSINYA
Alat pemadam kebakaran diklasifikasikan ke dalam kelas yang berbeda berdasarkan jenis api yang dirancang untuk dipadamkannya. Berikut rincian kelas-kelas beserta bahan pemadam dan fungsinya masing-masing:
- Kelas A: Media: Air, busa, atau bubuk kimia kering.
Jenis Isi: Alat pemadam air mengandung air, alat pemadam busa mengandung konsentrat busa yang dicampur dengan air, dan alat pemadam kimia kering mengandung bubuk kimia kering seperti monoamonium fosfat, natrium bikarbonat, atau kalium bikarbonat.
Fungsi: Alat pemadam ini efektif terhadap kebakaran yang melibatkan bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, karet, dan beberapa plastik. - Kelas B: Media: Busa, bubuk kimia kering, atau karbon dioksida (CO2).
Jenis Isi: Alat pemadam busa mengandung konsentrat busa yang dicampur dengan air, alat pemadam kimia kering mengandung bubuk kimia kering, dan alat pemadam CO2 mengandung gas karbon dioksida yang disimpan dalam tekanan tinggi.
Fungsi: Alat pemadam kelas B cocok untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan cairan dan gas yang mudah terbakar seperti bensin, minyak, gemuk, pelarut, dan cat. - Kelas C: Media: Serbuk kimia kering atau karbon dioksida (CO2).
Jenis Isi: Alat pemadam kimia kering mengandung bubuk kimia kering, dan alat pemadam CO2 mengandung gas karbon dioksida yang disimpan dalam tekanan tinggi.
Fungsi: Alat pemadam kelas C dirancang untuk digunakan pada kebakaran yang melibatkan peralatan listrik berenergi seperti peralatan, kabel, pemutus arus, dan stopkontak. Mereka non-konduktif dan aman digunakan pada kebakaran listrik. - Kelas D: Media: Serbuk kering yang dirancang khusus untuk logam yang mudah terbakar.
Jenis Isi: Alat pemadam bubuk kering mengandung bubuk kering yang diformulasikan untuk memadamkan api yang melibatkan logam yang mudah terbakar seperti magnesium, natrium, kalium, titanium, dan litium.
Fungsi: Alat pemadam kelas D digunakan untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan logam yang mudah terbakar. Serbuk kering membentuk selimut di atas api, memutus pasokan oksigen dan mencegah penyebaran api. - Kelas K: Media: Bahan kimia basah.
Jenis Isi: Alat pemadam kelas K mengandung bahan kimia basah yang dirancang khusus untuk digunakan pada kebakaran yang melibatkan minyak goreng, lemak, dan lemak.
Fungsi: Alat pemadam ini dimaksudkan untuk digunakan di dapur komersial untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan dan bahan memasak.




