Baju Tahan Panas

Bahan Baju Tahan Panas

Dengan terus mengikuti perkembangan teknologi dan standar keselamatan, kita dapat meningkatkan perlindungan dan keselamatan pekerja yang berisiko terpapar api dan panas.

Tentu, berikut beberapa bahan pakaian yang tahan panas, cocok untuk digunakan di cuaca panas atau lingkungan kerja yang ekstrem:

Bahan Alami Katun: Katun adalah pilihan populer karena sifatnya yang menyerap keringat dan memungkinkan kulit bernapas Pakaian katun ringan dan nyaman dipakai dalam cuaca panas.

Linen: Linen memiliki serat yang longgar, sehingga sirkulasi udara lebih baik dan memberikan efek sejuk.

Bahan ini juga kuat dan tahan lama. Bahan Sintetis Kevlar: Kevlar sangat tahan panas dan api, sering digunakan dalam pakaian pelindung untuk petugas pemadam kebakaran atau pekerja industri. Kain ini di gunakan untuk pakaian yang membutuhkan perlindungan extra terhadap panas dan api.

Kain Tahan Api Oksidasi PAN: Kain ini terbuat dari Oxidized Pan dan Kevlar yang memenuhi uji ISO 11612, yang berarti kain ini sangat tahan terhadap api.

FR Polyester Tahan Api: Kain poliester yang telah di lapisi dengan bahan tahan api, sehingga membuat kain ini menjadi tahan terhadap api.

Tips Memilih Pakaian Tahan Panas: Pilih pakaian dengan warna cerah karena warna gelap menyerap lebih banyak panas. Pakaian longgar lebih nyaman daripada pakaian ketat karena memungkinkan sirkulasi udara.

Perhatikan label pakaian untuk memastikan bahan tersebut memang tahan panas dan api, terutama untuk pakaian pelindung.

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANAS PAKAIAN:

Jenis Serat: Serat alami seperti katun dan linen memiliki kemampuan bernapas yang baik, sehingga membantu mengeluarkan panas tubuh sintetis seperti Kevlar dan Nomex dirancang khusus untuk tahan terhadap suhu tinggi dan api.

Jenis Baju Tahan Panas

Konstruksi Kain: Kain dengan tenunan longgar memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Kain yang lebih tebal memberikan perlindungan lebih terhadap panas radiasi.

Warna: Warna cerah memantulkan sinar matahari, sedangkan warna gelap menyerapnya.

Perawatan: Beberapa bahan tahan panas memerlukan perawatan khusus agar sifatnya tetap terjaga.

Contoh Penggunaan Spesifik Pakaian Kerja Industri: Pekerja di industri seperti pengecoran logam atau pemadam kebakaran memerlukan pakaian yang terbuat dari bahan seperti Kevlar atau Nomex untuk melindungi diri dari panas ekstrem dan api.

Pakaian Olahraga Luar Ruangan: Untuk aktivitas di bawah sinar matahari langsung, pakaian yang terbuat dari katun atau kain sintetis yang dirancang khusus untuk olahraga dapat membantu menjaga kesejukan tubuh.

Pakaian Sehari-hari di Iklim Panas:m Di daerah dengan iklim panas, pakaian yang terbuat dari linen atau katun ringan adalah pilihan yang nyaman.

Informasi Tambahan: Selain bahan pakaian, penting juga untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti desain pakaian (longgar atau ketat) dan penggunaan tabir surya untuk perlindungan maksimal dari panas.

Untuk pakaian yang di gunakan untuk perlindungan extra terhadap api, pastikan pakaian tersebut sudah memenuhi standar ISO 11612.

TEKNOLOGI DAN INOVASI DALAM BAHAN TAHAN PANAS:

  1. Kain dengan Teknologi Pendinginan: Beberapa produsen mengembangkan kain yang mengandung mineral atau bahan kimia yang dapat menyerap panas dan memberikan efek pendinginan pada kulit. Teknologi ini sering diterapkan pada pakaian olahraga atau pakaian kerja untuk meningkatkan kenyamanan di lingkungan panas.

  2. Nanoteknologi dalam Serat: Nanoteknologi memungkinkan penambahan partikel nano ke dalam serat kain, yang dapat meningkatkan sifat tahan panas, tahan api, atau kemampuan bernapas kain. Misalnya, serat yang mengandung nanopartikel perak dapat memiliki sifat antimikroba dan meningkatkan kemampuan kain untuk mengatur suhu.

  3. Bahan Berbasis Fase Perubahan (PCM): PCM adalah bahan yang dapat menyerap atau melepaskan panas saat mengalami perubahan fase (misalnya, dari padat ke cair). PCM dapat diintegrasikan ke dalam kain untuk membantu mengatur suhu tubuh dan memberikan perlindungan terhadap panas ekstrem.

  4. Pertimbangan Tambahan Sertifikasi dan Standar: Untuk pakaian pelindung yang digunakan di lingkungan kerja berbahaya, penting untuk memastikan bahwa bahan tersebut memenuhi standar keselamatan yang relevan, seperti ISO 11612 untuk pakaian tahan api.

  5. Keberlanjutan: Semakin banyak produsen yang berfokus pada pengembangan bahan tahan panas yang ramah lingkungan, menggunakan serat daur ulang atau proses produksi yang lebih berkelanjutan.

  6. Kenyamanan dan Fungsionalitas: Selain ketahanan panas, faktor-faktor seperti kenyamanan, fleksibilitas, dan daya tahan juga penting dalam memilih pakaian tahan panas.Aplikasi:

  7. Pakaian Pemadam Kebakaran: Pakaian pemadam kebakaran modern menggunakan kombinasi bahan seperti Nomex, Kevlar, dan serat tahan api lainnya untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap panas dan api.

  8. Pakaian Militer: Pakaian militer sering kali dirancang untuk tahan terhadap berbagai kondisi ekstrem, termasuk panas, api, dan ledakan.

  9. Pakaian Olahraga Ekstrem: Atlet yang berpartisipasi dalam olahraga ekstrem, seperti balap mobil atau pendakian gunung, memerlukan pakaian yang dapat melindungi mereka dari panas dan kondisi lingkungan yang keras.

PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN:

Bahan Baju Tahan Panas

  • Pakaian Pintar (Smart Clothing):Integrasi sensor dan teknologi elektronik ke dalam pakaian memungkinkan  pemantauan suhu tubuh dan penyesuaian otomatis untuk menjaga kenyamanan. Ini sangat berguna untuk atlet, pekerja di lingkungan ekstrem, atau individu dengan kondisi medis tertentu.

  • Ventilasi Mikro: Desain pakaian dengan ventilasi mikro memungkinkan aliran udara yang optimal tanpa mengurangi perlindungan terhadap panas.Ini sering ditemukan pada pakaian olahraga atau pakaian kerja yang dirancang untuk aktivitas fisik tinggi.

2. Aspek Kesehatan dan Keselamatan: Perlindungan UV: Selain tahan panas, pakaian juga dapat dirancang untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya.

Ini sangat penting untuk aktivitas di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.

Pakaian Pelindung untuk Kondisi Medis: Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti intoleransi panas, memerlukan pakaian khusus yang dapat membantu mengatur suhu tubuh. Teknologi PCM dan bahan pendingin lainnya dapat digunakan untuk menciptakan pakaian yang nyaman dan aman.

3. Pertimbangan Lingkungan: Bahan Ramah Lingkungan: Penggunaan serat alami yang berkelanjutan, seperti katun organik atau linen, semakin populer dalam produksi pakaian tahan panas. Selain itu, upaya daur ulang dan penggunaan bahan daur ulang juga menjadi fokus penting.

Proses Produksi yang Berkelanjutan: Produsen pakaian semakin berupaya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi, seperti penggunaan air dan energi.

4. Pemeliharaan Pakaian Tahan Panas: Instruksi Perawatan: Penting untuk mengikuti instruksi perawatan yang diberikan oleh produsen untuk menjaga kualitas dan efektivitas pakaian tahan panas. Beberapa bahan mungkin memerlukan perawatan khusus, seperti pencucian dengan deterjen lembut atau pengeringan udara.

Pemeriksaan Rutin: Untuk pakaian pelindung, pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang dapat mengurangi efektivitasnya.

SPESIFIKASI TEKNIS DAN PENGUJIAN:

  • Standar internasional ini menetapkan persyaratan kinerja untuk pakaian pelindung terhadap panas dan api.

  • Pakaian yang memenuhi standar ini telah diuji untuk ketahanan terhadap berbagai jenis panas, termasuk panas radiasi, panas kontak, dan percikan api.

  • Pengujian Ketahanan Api: Berbagai metode pengujian digunakan untuk mengukur ketahanan api suatu bahan, seperti pengujian pembakaran vertikal dan horizontal.

  • Hasil pengujian ini memberikan informasi tentang seberapa cepat bahan tersebut terbakar dan seberapa besar kerusakan yang terjadi.

  • Ketahanan Terhadap Panas Radiasi: Panas radiasi adalah jenis panas yang dipancarkan oleh benda panas, seperti matahari atau logam cair Bahan yang dirancang untuk tahan terhadap panas radiasi harus mampu memantulkan atau menyerap panas tersebut.

2. Inovasi Material Tingkat Lanjut:

  • Aerogel: Aerogel adalah bahan yang sangat ringan dan memiliki sifat isolasi termal yang luar biasa.

  • Meskipun masih dalam tahap pengembangan, aerogel memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pakaian tahan panas di masa depan.

  • Serat Karbon: Serat karbon memiliki kekuatan dan ketahanan panas yang tinggi.

  • Serat ini dapat digunakan untuk membuat pakaian pelindung yang ringan dan kuat.

  • Keramik Fleksibel: Keramik biasanya dikenal sebagai bahan yang keras dan rapuh, tetapi teknologi terbaru telah memungkinkan pembuatan keramik fleksibel yang dapat digunakan dalam pakaian. Keramik ini memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi.

3. Aplikasi Khusus:

  • Pakaian untuk Pekerja di Industri Pengecoran Logam: Pekerja di industri ini menghadapi risiko paparan panas yang sangat tinggi dari logam cair.

  • Pakaian mereka harus terbuat dari bahan yang sangat tahan panas dan tahan percikan api.

  • Pakaian untuk Astronot: Astronot menghadapi kondisi suhu ekstrem di luar angkasa.

  • Pakaian luar angkasa mereka harus mampu melindungi mereka dari panas matahari yang intens dan dinginnya ruang hampa.

PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN:

Pakaian Pintar (Smart Clothing):Integrasi sensor dan teknologi elektronik ke dalam pakaian memungkinkan pemantauan suhu tubuh dan penyesuaian otomatis untuk menjaga kenyamanan. Ini sangat berguna untuk atlet, pekerja di lingkungan ekstrem, atau individu dengan kondisi medis tertentu. Ventilasi Mikro Desain pakaian dengan ventilasi mikro memungkinkan aliran udara yang optimal tanpa mengurangi perlindungan terhadap panas. Ini sering ditemukan pada pakaian olahraga atau pakaian kerja yang dirancang untuk aktivitas fisik tinggi.

2. Aspek Kesehatan dan Keselamatan:

  1. Perlindungan UV: Selain tahan panas, pakaian juga dapat dirancang untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya. Ini sangat penting untuk aktivitas di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.
  2. Pakaian Pelindung untuk Kondisi Medis: Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti intoleransi panas, memerlukan pakaian khusus yang dapat membantu mengatur suhu tubuh.
  3. Teknologi PCM dan bahan pendingin lainnya dapat digunakan untuk menciptakan pakaian yang nyaman dan aman.

3. Pertimbangan Lingkungan:

Bahan Ramah Lingkungan: Penggunaan serat alami yang berkelanjutan, seperti katun organik atau linen, semakin populer dalam produksi pakaian tahan panas.

Selain itu, upaya daur ulang dan penggunaan bahan daur ulang juga menjadi fokus penting.

Proses Produksi yang Berkelanjutan: Produsen pakaian semakin berupaya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi, seperti penggunaan air dan energi.

4. Pemeliharaan Pakaian Tahan Panas:

  • Instruksi Perawatan: Penting untuk mengikuti instruksi perawatan yang diberikan oleh produsen untuk menjaga kualitas dan efektivitas pakaian tahan panas.
  • Beberapa bahan mungkin memerlukan perawatan khusus, seperti pencucian dengan deterjen lembut atau pengeringan udara.
  • Pemeriksaan Rutin: Untuk pakaian pelindung, pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, kita dapat membuat pilihan yang lebih tepat dalam memilih dan menggunakan pakaian tahan panas yang sesuai dengan kebutuhan kita.
  • Tentu, mari kita lanjutkan pembahasan mengenai bahan pakaian tahan panas dengan memperluas wawasan ke berbagai aspek penting lainnya:

1. Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kenyamanan:

Pakaian Pintar (Smart Clothing): Integrasi sensor dan teknologi elektronik ke dalam pakaian memungkinkan pemantauan suhu tubuh dan penyesuaian otomatis untuk menjaga kenyamanan.

Ini sangat berguna untuk atlet, pekerja di lingkungan ekstrem, atau individu dengan kondisi medis tertentu.

Ventilasi Mikro: Desain pakaian dengan ventilasi mikro memungkinkan aliran udara yang optimal tanpa mengurangi perlindungan terhadap panas. Ini sering ditemukan pada pakaian olahraga atau pakaian kerja yang dirancang untuk aktivitas fisik tinggi.

2. Aspek Kesehatan dan Keselamatan:

Perlindungan UV: Selain tahan panas, pakaian juga dapat dirancang untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya. Ini sangat penting untuk aktivitas di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.

Pakaian Pelindung untuk Kondisi Medis: Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti intoleransi panas, memerlukan pakaian khusus yang dapat membantu mengatur suhu tubuh. Teknologi PCM dan bahan pendingin lainnya dapat digunakan untuk menciptakan pakaian yang nyaman dan aman.

3. Pertimbangan Lingkungan:

  • Bahan Ramah Lingkungan: Penggunaan serat alami yang berkelanjutan, seperti katun organik atau linen, semakin populer dalam produksi pakaian tahan panas.
  • Selain itu, upaya daur ulang dan penggunaan bahan daur ulang juga menjadi fokus penting.
  • Proses Produksi yang Berkelanjutan: Produsen pakaian semakin berupaya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi, seperti penggunaan air dan energi.

4. Pemeliharaan Pakaian Tahan Panas:

Instruksi Perawatan: Penting untuk mengikuti instruksi perawatan yang diberikan oleh produsen untuk menjaga kualitas dan efektivitas pakaian tahan panas Beberapa bahan mungkin memerlukan perawatan khusus, seperti pencucian dengan deterjen lembut atau pengeringan udara.

Pemeriksaan Rutin: Untuk pakaian pelindung, pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang dapat mengurangi efektivitasnya.

SPESIFIKASI TEKNIS DAN PENGUJIAN:

  1. Standar internasional ini menetapkan persyaratan kinerja untuk pakaian pelindung terhadap panas dan api.
  2. Pakaian yang memenuhi standar ini telah diuji untuk ketahanan terhadap berbagai jenis panas, termasuk panas radiasi, panas kontak, dan percikan api.
  1. Pengujian Ketahanan Api: Berbagai metode pengujian digunakan untuk mengukur ketahanan api suatu bahan, seperti pengujian pembakaran vertikal dan horizontal.
  2. Hasil pengujian ini memberikan informasi tentang seberapa cepat bahan tersebut terbakar dan seberapa besar kerusakan yang terjadi.
  1. Ketahanan Terhadap Panas Radiasi: Panas radiasi adalah jenis panas yang dipancarkan oleh benda panas, seperti matahari atau logam cair.
  2. Bahan yang dirancang untuk tahan terhadap panas radiasi harus mampu memantulkan atau menyerap panas tersebut.

2. Inovasi Material Tingkat Lanjut:

  1. Aerogel: Aerogel adalah bahan yang sangat ringan dan memiliki sifat isolasi termal yang luar biasa.
  2. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, aerogel memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pakaian tahan panas di masa depan.
  1. Serat Karbon: Serat karbon memiliki kekuatan dan ketahanan panas yang tinggi.
  2. Serat ini dapat digunakan untuk membuat pakaian pelindung yang ringan dan kuat.
  1. Keramik Fleksibel: Keramik biasanya dikenal sebagai bahan yang keras dan rapuh, tetapi teknologi terbaru telah memungkinkan pembuatan keramik fleksibel yang dapat digunakan dalam pakaian. Keramik ini memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi.

3. Aplikasi Khusus:

  • Pakaian untuk Pekerja di Industri Pengecoran Logam:Pekerja di industri ini menghadapi risiko paparan panas yang sangat tinggi dari logam cair. Pakaian mereka harus terbuat dari bahan yang sangat tahan panas dan tahan percikan api.
  • Pakaian untuk Astronot: Astronot menghadapi kondisi suhu ekstrem di luar angkasa.
  • Pakaian luar angkasa mereka harus mampu melindungi mereka dari panas matahari yang intens dan dinginnya ruang hampa.
  • Pakaian untuk Pembalap Mobil: Pembalap mobil membutuhkan pakaian yang tahan api untuk melindungi diri dari kecelakaan yang bisa menyebabkan kebakaran.
  • Pakaian balap harus bisa melindungi mereka dari api dalam waktu yang cukup agar bisa menyelamatkan diri.
  • Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang spesifikasi teknis, inovasi material, dan aplikasi khusus, kita dapat lebih menghargai pentingnya bahan pakaian tahan panas dalam melindungi kita dari bahaya panas.
  • Tambahan Informasi: Selain bahan-bahan yang telah disebutkan, ada juga bahan lain seperti kain yang dilapisi aluminium foil, yang efektif dalam memantulkan panas radiasi.
  • Dalam memilih pakaian tahan panas, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik Anda. Misalnya, apakah Anda membutuhkan perlindungan terhadap panas api, panas radiasi, atau keduanya?
  • Untuk mendapatkan pakaian yang berkualitas tinggi, pastikan untuk membeli pakaian dari produsen yang terpercaya dan memiliki sertifikasi yang sesuai.

SPESIFIKASI TEKNIS DAN PENGUJIAN:

Standar ISO 11612: Standar internasional ini menetapkan persyaratan kinerja untuk pakaian pelindung terhadap panas dan api Pakaian yang memenuhi standar ini telah diuji untuk ketahanan terhadap berbagai jenis panas, termasuk panas radiasi, panas kontak, dan percikan api.

Bahan Baju Tahan Panas

Pengujian Ketahanan Api: Berbagai metode pengujian digunakan untuk mengukur ketahanan api suatu bahan, seperti pengujian pembakaran vertikal dan horizontal.

Hasil pengujian ini memberikan informasi tentang seberapa cepat bahan tersebut terbakar dan seberapa besar kerusakan yang terjadi.

Ketahanan Terhadap Panas Radiasi: Panas radiasi adalah jenis panas yang dipancarkan oleh benda panas, seperti matahari atau logam cair.

Bahan yang dirancang untuk tahan terhadap panas radiasi harus mampu memantulkan atau menyerap panas tersebut.

2. Inovasi Material Tingkat Lanjut:

Aerogel: Aerogel adalah bahan yang sangat ringan dan memiliki sifat isolasi termal yang luar biasa.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, aerogel memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pakaian tahan panas di masa depan.

Serat Karbon: Serat karbon memiliki kekuatan dan ketahanan panas yang tinggi.

Serat ini dapat digunakan untuk membuat pakaian pelindung yang ringan dan kuat.

Keramik Fleksibel: Keramik biasanya dikenal sebagai bahan yang keras dan rapuh, tetapi teknologi terbaru telah memungkinkan pembuatan keramik fleksibel yang

SPESIFIKASI BAJU TAHAN PANAS

1. Spesifikasi Teknis dan Pengujian: Standar internasional ini menetapkan persyaratan kinerja untuk pakaian pelindung terhadap panas dan api.

Pakaian yang memenuhi standar ini telah diuji untuk ketahanan terhadap berbagai jenis panas, termasuk panas radiasi, panas kontak, dan percikan api.

Pengujian Ketahanan Api: Berbagai metode pengujian digunakan untuk mengukur ketahanan api suatu bahan, seperti pengujian pembakaran vertikal dan horizontal.

Hasil pengujian ini memberikan informasi tentang seberapa cepat bahan tersebut terbakar dan seberapa besar kerusakan yang terjadi.

Ketahanan Terhadap Panas Radiasi: Panas radiasi adalah jenis panas yang dipancarkan oleh benda panas, seperti matahari atau logam cair.

Bahan yang dirancang untuk tahan terhadap panas radiasi harus mampu memantulkan atau menyerap panas tersebut.

2. Inovasi Material Tingkat Lanjut: Aerogel adalah bahan yang sangat ringan dan memiliki sifat isolasi termal yang luar biasa.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, aerogel memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pakaian tahan panas di masa depan.

Serat Karbon: Serat karbon memiliki kekuatan dan ketahanan panas yang tinggi.

Serat ini dapat digunakan untuk membuat pakaian pelindung yang ringan dan kuat.

Keramik Fleksibel: Keramik biasanya dikenal sebagai bahan yang keras dan rapuh, tetapi teknologi terbaru telah memungkinkan pembuatan keramik fleksibel yang dapat digunakan dalam pakaian.

3. Aplikasi Khusus: Pakaian untuk Pekerja di Industri Pengecoran Logam:

Pekerja di industri ini menghadapi risiko paparan panas yang sangat tinggi dari logam cair.

Pakaian mereka harus terbuat dari bahan yang sangat tahan panas dan tahan percikan api.

Pakaian untuk Astronot: Astronot menghadapi kondisi suhu ekstrem di luar angkasa.

Pakaian luar angkasa mereka harus mampu melindungi mereka dari panas matahari yang intens dan dinginnya ruang hampa.

Pakaian untuk Pembalap Mobil: Pembalap mobil membutuhkan pakaian yang tahan api untuk melindungi diri dari kecelakaan yang bisa menyebabkan kebakaran.

Pakaian balap harus bisa melindungi mereka dari api dalam waktu yang cukup agar bisa menyelamatkan diri.

Tambahan Informasi: Selain bahan-bahan yang telah disebutkan, ada juga bahan lain seperti kain yang dilapisi aluminium foil, yang efektif dalam memantulkan panas radiasi.

Dalam memilih pakaian tahan panas, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik Anda. Misalnya, apakah Anda membutuhkan perlindungan terhadap panas api, panas radiasi, atau keduanya?

Bahan Baju Tahan Panas

Untuk mendapatkan pakaian yang berkualitas tinggi, pastikan untuk membeli pakaian dari produsen yang terpercaya dan memiliki sertifikasi yang sesuai.  semoga informasi ini bermanfaat!

Related Articles

Merek Baju Tahan Panas

Jenis Baju Tahan Panas

Baju Pemadam Kebakaran

Kontak

WA- 081317980707

 HP- 0822 7796 0808

Tlp+6221-38799105

 Info@Lavindosafety.com

Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok O-41, Jl. Letjen Suprapto , Jakarta Pusat 10640

 

Visitor Counter

United States of America 50.0% United States of America
Indonesia 26.2% Indonesia
Taiwan, Province of China 5.1% Taiwan, Province of China
Brazil 2.8% Brazil

Total:

43

Countries
000007
Today: 2
This Week: 10
This Month: 19
This Year: 19

Google Maps

Sertifikat