Pemadam api isi ulang adalah alat pemadam kebakaran yang dapat diisi ulang setelah digunakan, sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan pemadam sekali pakai. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang pemadam api isi ulang:
Jenis- Jenis Pemadam Api Isi Ulang

- APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
- Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder): Cocok untuk kebakaran kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).
- Karbon Dioksida (COβ): Digunakan untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar.
- Busa (Foam AFFF): Efektif untuk kebakaran cairan (kelas B) dan bahan padat (kelas A).
- Air Bertekanan: Cocok untuk kebakaran benda padat (kelas A) tetapi tidak cocok untuk listrik atau bahan kimia.
- Gas Clean Agent (HFC-227ea atau FK-5-1-12): Ramah lingkungan dan cocok untuk ruangan server atau laboratorium.
- APAB (Alat Pemadam Api Berat)
- Biasanya digunakan untuk area yang lebih luas seperti pabrik atau gudang.
Keuntungan Pemadam Api Isi Ulang
β
Lebih hemat biaya: Tidak perlu membeli unit baru setiap kali digunakan.
β
Ramah lingkungan: Mengurangi limbah karena tabung bisa digunakan kembali.
β
Selalu dalam kondisi siap pakai: Dengan perawatan rutin, keandalannya tetap terjaga.
Kapan Harus Mengisi Ulang?
- Setelah digunakan, meskipun hanya sedikit.
- Jika tekanan dalam tabung berkurang (indikator pada manometer menunjuk ke zona merah).
- Setiap 5 tahun sekali (tergantung jenis dan aturan produsen).
Di Mana Bisa Mengisi Ulang?
Banyak penyedia jasa refill APAR yang tersedia di kota-kota besar. Pastikan memilih yang bersertifikasi dan menggunakan bahan berkualitas.
Cara Mengisi Ulang Pemadam Api (Proses Refill APAR)
Proses isi ulang pemadam api harus dilakukan oleh tenaga profesional dengan standar keamanan tertentu. Berikut langkah-langkah umumnya:
1. Pemeriksaan Awal
π Cek kondisi tabung: Apakah ada kerusakan, karat, atau kebocoran.
π Periksa tekanan: Lihat indikator manometer, jika di zona merah berarti tekanan sudah berkurang.
π Identifikasi jenis media pemadam: Pastikan isi ulang dilakukan dengan jenis bahan yang sama.
2. Proses Pengosongan dan Pembersihan
π¨ Kosongkan tabung dengan cara membuang sisa bahan pemadam.
π§Ό Bersihkan bagian dalam tabung untuk menghindari campuran media yang tidak kompatibel.
3. Pengisian Media Baru
πΉ Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder): Ditimbang sesuai kapasitas tabung.
πΉ Karbon Dioksida (COβ): Dingin dan bertekanan tinggi, harus diisi dengan alat khusus.
πΉ Busa (Foam AFFF) dan Air Bertekanan: Diisi dengan proporsi campuran yang tepat.
4. Pengisian Ulang Gas Pendorong
π§ Jika tabung menggunakan gas pendorong (nitrogen atau COβ), tekanan dikembalikan ke standar yang ditentukan.
5. Pengecekan Akhir dan Penyegelan
β
Cek kembali tekanan pada manometer untuk memastikan sudah sesuai.
β
Pasang segel keamanan agar tidak digunakan sebelum dibutuhkan.
β
Labelisasi dengan tanggal isi ulang dan jadwal perawatan berikutnya.
Tips Memilih Jasa Isi Ulang Pemadam Api
β Pilih penyedia yang bersertifikat (SNI, NFPA, atau ISO).
β Gunakan bahan berkualitas untuk memastikan efektivitas pemadam.
β Periksa apakah ada garansi atau uji coba setelah isi ulang.
β Bandingkan harga dan layanan dari beberapa penyedia refill APAR.
Jika Anda butuh rekomendasi tempat isi ulang di daerah tertentu, saya bisa bantu mencarikannya! π₯π
Biaya isi ulang pemadam api bervariasi tergantung pada jenis dan kapasitas tabung. Berikut perkiraan harga isi ulang berdasarkan jenis media pemadam:
| Jenis Pemadam | Kapasitas | Perkiraan Harga Isi Ulang |
|---|---|---|
| Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) | 1 kg – 9 kg | Rp 50.000 – Rp 250.000 |
| Karbon Dioksida (COβ) | 2 kg – 6 kg | Rp 150.000 – Rp 500.000 |
| Busa (Foam AFFF) | 3 kg – 9 kg | Rp 100.000 – Rp 350.000 |
| Gas Clean Agent (HFC-227ea / FK-5-1-12) | 2 kg – 9 kg | Rp 300.000 – Rp 1.500.000 |
| Air Bertekanan | 3 kg – 9 kg | Rp 75.000 – Rp 250.000 |
β Catatan: Harga bisa berbeda tergantung pada penyedia layanan dan lokasi Anda.
Perawatan dan Penyimpanan Pemadam Api
Agar pemadam api tetap dalam kondisi optimal, lakukan perawatan rutin:
1οΈβ£ Periksa tekanan setiap bulan (pastikan jarum manometer di zona hijau).
2οΈβ£ Pastikan tidak ada karat atau kebocoran pada tabung.
3οΈβ£ Jaga kebersihan kepala tabung dan selang agar tidak tersumbat.
4οΈβ£ Jangan simpan di tempat lembab atau terkena sinar matahari langsung.
5οΈβ£ Lakukan refill sesuai jadwal, minimal setiap 5 tahun atau setelah digunakan.
Di Mana Bisa Mengisi Ulang Pemadam Api?
Ada banyak penyedia jasa refill APAR di berbagai kota di Indonesia, termasuk:
π Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dan kota-kota besar lainnya.
Regulasi dan Standar Pemadam Api Isi Ulang di Indonesia
Agar pengisian ulang pemadam api sesuai standar keamanan dan kualitas, ada beberapa regulasi yang harus diperhatikan:
1. Standar Nasional Indonesia (SNI)
Pemadam api harus memenuhi standar yang mencakup:
β
Jenis dan klasifikasi kebakaran yang sesuai dengan media pemadam.
β
Konstruksi tabung yang tahan tekanan dan korosi.
β
Tekanan dan volume sesuai kapasitas yang dianjurkan.
3. Sertifikasi Dinas Pemadam Kebakaran
Di beberapa daerah, pemilik APAR diwajibkan melakukan inspeksi rutin dan memiliki sertifikat layak pakai dari Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
Berdasarkan Permenaker No. 4 Tahun 1980, setiap perusahaan wajib menyediakan alat pemadam kebakaran yang layak dan terawat dengan baik.
Bagaimana Cara Memilih Penyedia Jasa Isi Ulang yang Terpercaya?
Sebelum memilih tempat isi ulang pemadam api, perhatikan hal berikut:
β
Cek fasilitas mereka – Apakah memiliki alat uji tekanan (hydrotest) dan sistem pengisian yang sesuai standar?
β
Tanyakan jenis media yang digunakan – Harus sesuai dengan spesifikasi tabung pemadam Anda.
β
Pastikan ada garansi – Penyedia refill yang baik akan memberikan garansi untuk memastikan kualitas pengisian ulang.
β
Baca ulasan pelanggan – Bisa cek di Google Maps atau marketplace untuk melihat reputasi layanan mereka.
π΄ Pemadam api isi ulang lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan pemadam sekali pakai.
π Harus diisi ulang setelah digunakan atau minimal setiap 5 tahun.
π‘Gunakan penyedia jasa refill yang bersertifikasi untuk memastikan keamanan dan efektivitas pemadam.
π’ Lakukan perawatan rutin agar selalu dalam kondisi siap digunakan.
Cara Mengecek Kualitas Pemadam Api Setelah Isi Ulang
Setelah mengisi ulang pemadam api, penting untuk memastikan kualitasnya agar tetap berfungsi optimal saat dibutuhkan. Berikut langkah-langkah pengecekan:
1. Cek Segel dan Labelisasi
πΉ Pastikan tabung sudah tersegel dengan baik untuk menghindari kebocoran.
πΉ Periksa label yang mencantumkan tanggal isi ulang dan jadwal perawatan berikutnya.
2. Periksa Tekanan di Manometer
π Jarum pada manometer harus berada di zona hijau.
β Jika di zona merah atau kuning, berarti tekanan kurang atau terlalu tinggi.
3. Uji Bobot Tabung
β Pemadam yang baru diisi ulang seharusnya memiliki berat yang sesuai dengan kapasitasnya.
π Jika terasa terlalu ringan, bisa jadi pengisian tidak dilakukan dengan benar.
4. Inspeksi Fisik Tabung
π Periksa apakah ada tanda-tanda karat, penyok, atau kebocoran di bagian katup dan selang.
5. Tes Semprot (Opsional)
πΏ Beberapa penyedia refill menyediakan tes semprot untuk memastikan media keluar dengan baik.
β Jika Anda ingin melakukan tes sendiri, gunakan pemadam cadangan agar tidak perlu isi ulang lagi.
Kapan Harus Mengganti Tabung Pemadam Api?
π΄ Tabung harus diganti jika:
β
Umurnya lebih dari 10 tahun dan sering digunakan.
β
Ada karat atau kebocoran yang tidak bisa diperbaiki.
β
Hydrotest gagal (uji tekanan menunjukkan kelemahan pada struktur tabung).
β
Kepala katup atau selang rusak dan tidak bisa diganti.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
β Apakah semua jenis pemadam api bisa diisi ulang?
β
Tidak semua. Jenis sekali pakai biasanya tidak memiliki katup pengisian ulang. Pastikan APAR Anda bisa di-refill sebelum membeli.
β Berapa kali maksimal isi ulang pemadam api?
β
Selama tabung masih dalam kondisi baik dan lolos uji tekanan, bisa diisi ulang berkali-kali hingga 10 tahun atau lebih.
β Apakah pemadam api bisa meledak jika tidak dirawat?
β Ya, bisa! Jika tabung mengalami karat atau tekanan berlebihan, ada risiko bocor atau bahkan meledak.
β Bagaimana cara menyimpan pemadam api dengan benar?
β
Letakkan di tempat yang mudah dijangkau, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari sumber panas.
π Pemadam api isi ulang adalah investasi yang lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan pemadam sekali pakai.
π Penting untuk melakukan pengecekan berkala dan mengisi ulang di tempat yang bersertifikasi.
β³ Jangan tunggu sampai darurat! Pastikan alat pemadam Anda selalu dalam kondisi siap pakai.
π Jika Anda butuh bantuan mencari tempat isi ulang APAR di daerah Anda, beri tahu saya! π₯π¬
Tips Menempatkan dan Menggunakan Pemadam Api yang Sudah Diisi Ulang
1. Penempatan yang Tepat
πΉ Tempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, tidak terhalang oleh perabot atau barang lainnya.
πΉ Pasang pada dinding dengan tinggi 1-1,5 meter agar bisa diakses dengan cepat.
πΉ Jauhkan dari sumber panas berlebih atau area lembab untuk menghindari korosi.
πΉ Gunakan tanda khusus (stiker APAR) agar semua orang tahu lokasinya.
Pemeliharaan dan Jadwal Pemeriksaan Pemadam Api
π Pemeriksaan Bulanan
πΈ Cek tekanan di manometer (jarum harus di zona hijau).
πΈ Periksa apakah segel masih utuh dan belum digunakan.
πΈ Pastikan tabung tidak penyok, berkarat, atau bocor.
π Pemeriksaan Tahunan (Oleh Teknisi Profesional)
πΈ Bongkar pemadam untuk inspeksi internal.
πΈ Lakukan pengisian ulang jika diperlukan meskipun belum digunakan.
πΈ Uji tekanan (Hydrotest) setiap 5 tahun untuk memastikan tabung masih layak.
π Masa Pakai Pemadam Api
πΉ Isi ulang setiap 5 tahun sekali, meskipun belum digunakan.
πΉ Ganti tabung setelah 10 tahun atau jika ditemukan kerusakan.
Mengapa Menggunakan Jasa Isi Ulang yang Bersertifikasi?
π― Keuntungan utama isi ulang di tempat yang resmi:
β
Media pemadam sesuai standar (SNI, NFPA, ISO).
β
Tekanan gas diatur dengan alat khusus agar tidak terlalu rendah atau berlebihan.
β
Ada uji coba atau garansi setelah pengisian ulang.
β
Perawatan lebih terjamin dibandingkan pengisian di tempat tidak resmi.
Cara Memilih Pemadam Api yang Bisa Diisi Ulang
Jika Anda berencana membeli pemadam api yang bisa diisi ulang, berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:
1. Pilih Jenis Media yang Sesuai
πΉ Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) → Serbaguna untuk kebakaran kelas A, B, dan C.
πΉ Karbon Dioksida (COβ) → Ideal untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar.
πΉ Busa (Foam AFFF) → Cocok untuk bahan padat dan cairan mudah terbakar.
πΉ Gas Clean Agent (HFC-227ea/FK-5-1-12) → Aman untuk peralatan elektronik dan server.
2. Cek Kapasitas Tabung
π‘ Untuk rumah tangga atau kantor kecil: 1 kg – 3 kg.
π’ Untuk industri dan area luas: 6 kg – 9 kg atau lebih.
3. Pastikan Tabung Memiliki Fitur Refillable
β Harus memiliki katup isi ulang yang bisa dibuka.
β Periksa apakah ada segel keamanan yang mudah diganti setelah isi ulang.
4. Pilih yang Bersertifikasi SNI atau NFPA
π Pastikan produk memiliki standar keamanan yang jelas agar efektif dalam pemadaman kebakaran.
5. Perhatikan Masa Pakai Tabung
π Pemadam api refillable umumnya bisa digunakan hingga 10 tahun, selama dilakukan perawatan rutin.
Tanda Pemadam Api Harus Segera Diisi Ulang atau Diganti
β Tekanan rendah – Jarum manometer berada di zona merah.
β Segel rusak – Pemadam mungkin sudah digunakan sebagian tanpa diketahui.
β Ada karat atau penyok – Bisa menyebabkan kebocoran atau ledakan jika tidak segera diganti.
β Bahan pemadam mengeras – Terutama pada pemadam berbasis serbuk yang bisa menggumpal jika terlalu lama disimpan tanpa perawatan.
Di Mana Bisa Mengisi Ulang Pemadam Api?
Cara Menyusun Strategi Proteksi Kebakaran dengan Pemadam Api
Selain memiliki pemadam api yang bisa diisi ulang, penting juga untuk menyusun strategi proteksi kebakaran agar lebih efektif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan:
1. Menentukan Jumlah dan Lokasi Pemadam Api
π Pastikan setiap area memiliki akses mudah ke pemadam api. Idealnya:
β
Rumah → Satu unit di dapur dan satu unit di area parkir/garasi.
β
Kantor → Satu unit setiap 15 meter atau di setiap ruangan utama.
β
Gudang/Pabrik → Pemadam api berkapasitas besar di setiap zona kerja.
π‘ Tips: Gunakan tanda yang jelas untuk menunjukkan lokasi pemadam api.
2. Melakukan Simulasi dan Pelatihan Pemadam Kebakaran
π₯ Buat pelatihan penggunaan APAR secara berkala untuk karyawan atau anggota keluarga.
π Latih metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) agar semua orang tahu cara menggunakannya.
π¨ Simulasikan rute evakuasi jika terjadi kebakaran besar.
3. Menggabungkan Pemadam Api dengan Sistem Pencegahan Lain
β
Instal detektor asap dan heat detector di area rawan kebakaran.
β
Sediakan selimut api (fire blanket) di dapur dan laboratorium.
β
Pastikan akses ke sumber air atau hydrant di sekitar bangunan.
4. Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin
π Cek pemadam api setiap bulan untuk memastikan tekanan masih stabil dan tidak ada kerusakan.
π Isi ulang setiap 5 tahun atau setelah digunakan meskipun hanya sedikit.
π‘ Lakukan uji tekanan (hydrotest) setiap 5 tahun untuk memastikan tabung masih kuat.
5. Mengetahui Nomor Darurat Pemadam Kebakaran
π Simpan nomor darurat pemadam kebakaran di ponsel dan area yang mudah dilihat.
Indonesia: 113 (Nomor Darurat Pemadam Kebakaran Nasional)
Kesimpulan Akhir
π Pemadam api isi ulang lebih hemat, ramah lingkungan, dan dapat digunakan kembali jika dirawat dengan baik.
π₯ Gunakan pemadam sesuai jenis kebakaran untuk efektivitas maksimal.
π’Buat strategi pencegahan kebakaran dengan pemadam api yang dipadukan dengan sistem deteksi kebakaran lainnya.
FAQ Seputar Pemadam Api Isi Ulang
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai pengisian ulang pemadam api:
1. Berapa Kali Pemadam Api Bisa Diisi Ulang?
β
Selama tabung dalam kondisi baik, pemadam api dapat diisi ulang berkali-kali hingga 10 tahun atau lebih.
β
Pastikan dilakukan pengujian tekanan (hydrotest) setiap 5 tahun untuk memastikan keamanan tabung.
2. Apakah Semua Pemadam Api Bisa Diisi Ulang?
β Tidak semua. Ada pemadam api sekali pakai (disposable) yang tidak bisa di-refill.
β
Pemadam yang bisa diisi ulang memiliki katup isi ulang di bagian atas tabung.
3. Berapa Lama Masa Pakai Pemadam Api?
π Pemadam api refillable umumnya bisa bertahan 10–15 tahun, tergantung perawatan.
β Jika tabung mulai berkarat, penyok, atau tekanan terus berkurang, pertimbangkan untuk menggantinya.
4. Apakah Pemadam Api Bisa Meledak Jika Tidak Dirawat?
β Ya, bisa! Jika tabung mengalami karat parah atau tekanan berlebihan, ada risiko bocor atau meledak.
πΉ Karena itu, lakukan pemeriksaan rutin dan uji tekanan (hydrotest) setiap 5 tahun.
5. Bagaimana Cara Mengetahui Jika Pemadam Api Masih Berfungsi dengan Baik?
π Cek manometer → Jarum harus berada di zona hijau.
π Periksa segel keamanan → Jika rusak, kemungkinan sudah pernah digunakan.
π Goyangkan tabung (untuk serbuk kering) → Jika terasa menggumpal, mungkin perlu diganti.
6. Berapa Biaya Isi Ulang Pemadam Api?
π° Biaya tergantung kapasitas dan jenis media pemadam:
| Jenis Pemadam | Kapasitas | Perkiraan Harga Isi Ulang |
|---|---|---|
| Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) | 1 kg – 9 kg | Rp 50.000 – Rp 250.000 |
| Karbon Dioksida (COβ) | 2 kg – 6 kg | Rp 150.000 – Rp 500.000 |
| Busa (Foam AFFF) | 3 kg – 9 kg | Rp 100.000 – Rp 350.000 |
| Gas Clean Agent (HFC-227ea / FK-5-1-12) | 2 kg – 9 kg | Rp 300.000 – Rp 1.500.000 |
| Air Bertekanan | 3 kg – 9 kg | Rp 75.000 – Rp 250.000 |
Keuntungan Menggunakan Pemadam Api Isi Ulang
Memilih pemadam api yang bisa diisi ulang memiliki berbagai manfaat dibandingkan dengan model sekali pakai. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pengisian ulang lebih menguntungkan:
1. Lebih Hemat Biaya π°
β
Harga isi ulang jauh lebih murah dibandingkan membeli pemadam api baru.
β
Untuk kapasitas besar, selisih harga bisa mencapai 50% lebih hemat dibandingkan membeli baru.
β
Tidak perlu sering mengganti tabung, cukup lakukan perawatan rutin.
2. Ramah Lingkungan π
β» Mengurangi limbah logam → Tidak perlu membuang tabung setiap kali pemadam habis.
β» Mendukung penggunaan berkelanjutan → Tabung bisa dipakai bertahun-tahun dengan perawatan yang baik.
β» Mengurangi emisi karbon → Produksi tabung baru membutuhkan lebih banyak energi dan bahan baku.
3. Performa Tetap Optimal π₯
β
Setiap isi ulang, pemadam api akan diperiksa dan diuji ulang agar tetap berfungsi dengan baik.
β
Tekanan di dalam tabung dikalibrasi ulang sehingga siap digunakan kapan saja.
β
Media pemadam tetap segar dan tidak menggumpal atau kadaluarsa.
4. Bisa Digunakan Kembali Berkali-Kali π
β
Selama tabung dalam kondisi baik, pemadam api dapat digunakan kembali hingga 10–15 tahun.
β
Perlu pengujian tekanan (hydrotest) setiap 5 tahun untuk memastikan tabung tetap aman.
β
Tidak perlu khawatir kehabisan pemadam api dalam situasi darurat karena bisa segera di-refill.
5. Standar Keamanan Terjamin π
β
Penyedia layanan isi ulang yang bersertifikasi akan memastikan tabung tetap sesuai standar SNI, NFPA, atau ISO.
β
Setiap pengisian ulang dilakukan dengan alat khusus dan prosedur yang aman.
β
Ada garansi layanan dari beberapa penyedia refill untuk memastikan kualitas isi ulang.
Kapan Harus Mengisi Ulang Pemadam Api?
π‘ Segera isi ulang jika:
π΄ Pemadam sudah digunakan, meskipun hanya sedikit.
π΄ Tekanan di manometer menunjukkan zona merah atau kuning.
π΄ Segel atau plester pengaman rusak atau hilang.
π΄ Pemadam sudah lebih dari 5 tahun tanpa isi ulang, meskipun belum digunakan.
π Pemadam api isi ulang lebih hemat, ramah lingkungan, dan dapat digunakan kembali selama bertahun-tahun.
π₯ Pilih penyedia isi ulang bersertifikasi untuk memastikan keamanan dan efektivitas pemadam api Anda.
π Lakukan pemeriksaan berkala agar selalu siap digunakan dalam keadaan darurat.
Jika Anda ingin mencari tempat isi ulang pemadam api di daerah Anda, beri tahu saya lokasinya! π¨π₯
Isi ulang pemadam api adalah proses mengisi kembali alat pemadam kebakaran (APAR) yang sudah digunakan atau mendekati masa kedaluwarsa agar tetap siap digunakan dalam keadaan darurat. Isi ulang ini dilakukan oleh penyedia jasa khusus yang memiliki peralatan dan bahan yang sesuai dengan jenis pemadam api yang digunakan.
Kapan APAR Perlu Diisi Ulang?
- Setelah Digunakan – Sekalipun hanya sedikit, jika APAR sudah digunakan, perlu segera diisi ulang.
- Masa Kedaluwarsa Habis – Biasanya setiap 1 tahun sekali untuk memastikan kualitas bahan pemadam tetap optimal.
- Tekanan Turun – Cek manometer (jika ada). Jika jarum menunjuk ke zona merah, APAR perlu diisi ulang.
- Segel Rusak atau Hilang – Jika segel pengaman rusak, APAR bisa mengalami kebocoran dan perlu dicek serta diisi ulang.
Jenis Media Pemadam Api dan Isi Ulangnya
- APAR Powder (Serbuk Kimia Kering) – Umumnya berbahan dasar Monoammonium Phosphate.
- APAR COβ (Karbon Dioksida) – Diisi ulang dengan gas COβ yang bertekanan tinggi.
- APAR Foam (Busa) – Menggunakan cairan busa yang efektif untuk kebakaran berbasis minyak dan cairan mudah terbakar.
- APAR Air Bertekanan – Menggunakan air dan bahan tambahan tertentu.
- APAR Halotron / Clean Agent – Menggunakan gas Halon bebas residu.
Proses Isi Ulang APAR
- Pemeriksaan kondisi tabung (cek kebocoran, karat, atau kerusakan lain).
- Pengosongan media lama (jika masih ada sisa).
- Pembersihan bagian dalam tabung.
- Pengisian ulang dengan media pemadam yang sesuai.
- Penutupan dan pemasangan segel baru.
- Pengujian tekanan dan fungsionalitas.
- Pemasangan label baru dengan tanggal isi ulang dan masa berlaku.
Tempat Isi Ulang APAR
Anda bisa mencari jasa isi ulang APAR di daerah terdekat, seperti di toko alat pemadam kebakaran, penyedia jasa keselamatan kerja, atau distributor resmi.

PENTINGNYA ISI ULANG APAR SECARA TERATUR
Mengisi ulang APAR bukan hanya sekadar formalitas, tetapi bagian dari prosedur keselamatan kerja untuk memastikan alat ini dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan. Beberapa alasan utama isi ulang rutin antara lain:
β
Mencegah kegagalan saat kebakaran terjadi
β
Menjaga efektivitas media pemadam api
β
Memenuhi standar keselamatan dan peraturan pemerintah
β
Mencegah kerusakan tabung akibat korosi atau tekanan yang tidak stabil
STANDAR & REGULASI ISI ULANG APAR
Di Indonesia, isi ulang APAR harus mengikuti standar yang berlaku, seperti:
π SNI 1848:2019 tentang APAR
π NFPA 10 (standar internasional untuk pemadam api portabel)
π Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan
Pastikan tempat isi ulang yang Anda pilih sudah bersertifikasi dan mengikuti standar keselamatan.
PERBEDAAN ISI ULANG DAN HYDROTEST APAR
πΉ Isi Ulang APAR: Mengganti media pemadam dan memastikan tekanan sesuai standar. Dilakukan 1 tahun sekali atau setelah digunakan.
πΉ Hydrotest APAR: Pengujian ketahanan tabung terhadap tekanan tinggi untuk mendeteksi kebocoran atau kelemahan struktur. Dilakukan 5 tahun sekali atau jika ada indikasi kerusakan.
HARGA ISI ULANG APAR
Harga isi ulang bervariasi tergantung pada jenis dan kapasitas APAR:
π° APAR Powder 1 kg: Rp 50.000 - Rp 100.000
π° APAR COβ 2 kg: Rp 150.000 - Rp 250.000
π° APAR Foam 3 kg: Rp 200.000 - Rp 300.000
π° APAR Halotron 6 kg: Rp 500.000 - Rp 700.000
(Harga dapat berbeda tergantung lokasi dan penyedia jasa.)
TIPS MEMILIH TEMPAT ISI ULANG APAR
β Pilih penyedia jasa yang bersertifikat dan berpengalaman
β Pastikan mereka menggunakan media berkualitas sesuai standar
β Cek apakah mereka memberikan garansi dan segel baru setelah isi ulang
β Tanyakan apakah mereka melakukan pengujian tekanan dan kebocoran
CARA MERAWAT APAR SETELAH ISI ULANG
Agar APAR tetap dalam kondisi optimal setelah diisi ulang, penting untuk melakukan perawatan rutin. Berikut beberapa langkahnya:
πΉ Cek Manometer Secara Berkala
- Jika jarum berada di zona hijau, tekanan masih normal.
- Jika jarum berada di zona merah, segera lakukan pemeriksaan ulang atau isi ulang.
πΉ Pastikan APAR Tidak Terkena Sinar Matahari Langsung
- Paparan sinar matahari dan panas berlebih dapat mempengaruhi tekanan tabung.
πΉ Bersihkan Tabung Secara Rutin
- Lap permukaan tabung agar tidak terkena debu atau karat.
- Hindari menyemprotkan air langsung ke tabung, terutama untuk APAR COβ.
πΉ Periksa Segel dan Label Masa Berlaku
- Pastikan segel masih utuh dan tidak rusak.
- Cek tanggal isi ulang terakhir untuk memastikan masih dalam masa berlaku.
πΉ Letakkan APAR di Tempat yang Mudah Diakses
- Jangan menempatkan APAR di sudut yang sulit dijangkau.
- Pasang tanda atau stiker lokasi APAR agar mudah ditemukan saat darurat.
CARA MENGGUNAKAN APAR YANG BENAR (METODE PASS)
Saat terjadi kebakaran, gunakan metode PASS untuk mengoperasikan APAR dengan benar:
1οΈβ£ Pull (Tarik) – Tarik segel pengaman.
2οΈβ£ Aim (Arahkan) – Arahkan nozzle ke sumber api.
3οΈβ£ Squeeze (Tekan) – Tekan tuas pegangan untuk menyemprotkan media pemadam.
4οΈβ£ Sweep (Sapukan) – Gerakkan nozzle ke kiri dan kanan hingga api padam.
KAPAN HARUS MENGGANTI APAR, BUKAN HANYA ISI ULANG?
1οΈβ£ Tabung Berkarat atau Bocor – Jika terdapat karat parah atau kebocoran, APAR tidak aman digunakan.
2οΈβ£ Masa Pakai Sudah Melebihi 10 Tahun – Sebaiknya ganti APAR baru setelah 10 tahun meskipun masih berfungsi.
3οΈβ£ APAR Tidak Lolos Hydrotest – Jika tabung gagal dalam pengujian tekanan, harus diganti.
4οΈβ£ Komponen Rusak – Jika pegangan, tuas, atau manometer mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.
5οΈβ£ Jenis Media Tidak Lagi Sesuai – Jika risiko kebakaran di lokasi berubah, pertimbangkan mengganti dengan jenis APAR yang lebih sesuai.
TANDA-TANDA APAR TIDAK LAYAK PAKAI
β
Manometer di zona merah
β
Tabung penyok atau retak
β
Tidak keluar media saat diuji semprot
β
Segel hilang atau rusak tanpa alasan jelas
β
Timbul suara gas bocor dari tabung
JASA PENGECEKAN DAN KONSULTASI APAR
Selain isi ulang, beberapa penyedia jasa juga menawarkan layanan berikut:
π Pengecekan Rutin – Inspeksi APAR sesuai standar SNI dan NFPA
π Perbaikan – Servis komponen APAR yang rusak
π¨ Hydrotest – Pengujian tekanan tabung
π Pelatihan Penggunaan APAR – Edukasi cara penggunaan untuk karyawan/tim
Jika Anda membutuhkan rekomendasi tempat isi ulang dan pengecekan APAR di kota Anda, beritahu saya lokasinya, dan saya bisa membantu mencarikan yang terbaik! π₯π
βBerikut adalah beberapa penyedia jasa isi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Jakarta yang dapat Anda pertimbangkan:β
Jakarta Selatan, Indonesia: Menyediakan layanan isi ulang APAR on-site dengan teknisi profesional dan peralatan memadai. Media pemadam berkualitas dan proses sesuai standar.
Jakarta Pusat, Indonesia : Menawarkan layanan isi ulang APAR yang dapat ditunggu dengan harga terjangkau, serta promo aplikasi APAR gratis dan garansi 5 tahun.
Menyediakan jasa isi ulang APAR on-site service dengan harga hemat dan praktis, didukung oleh teknisi berpengalaman dan media berkualitas.
Jakarta, Indonesia : Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, GuardALL dipercaya oleh banyak instansi sebagai tempat isi ulang APAR terbaik di Jakarta. Menyediakan jasa isi ulang APAR dengan harga terjangkau, garansi tekanan tabung 2 tahun, dan media berkualitas dengan masa expired hingga 2 tahun.
Sebelum memilih penyedia jasa, pastikan untuk memeriksa reputasi dan ulasan pelanggan, serta memastikan bahwa layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan Anda.
JENIS DAN FUNGSI ISI ULANG PEMADAM API (APAR) BERDASARKAN MEDIA
1. Dry Chemical Powder
β
Fungsi: Digunakan untuk kebakaran kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).
β
Cocok untuk: Perkantoran, gudang, SPBU, rumah tangga, industri.
β
Penempatan: Area dengan risiko kebakaran tinggi, seperti ruang mesin, dapur, atau bengkel.
2. Foam (Busa AFFF - Aqueous Film Forming Foam)
β
Fungsi: Digunakan untuk kebakaran kelas A dan B, terutama kebakaran berbasis minyak dan bahan bakar.
β
Cocok untuk: SPBU, bandara, pabrik kimia, kapal, restoran.
β
Penempatan: Dekat area penyimpanan bahan bakar, restoran, dan fasilitas industri.
3. COβ (Karbon Dioksida)
β
Fungsi: Efektif untuk kebakaran kelas B dan C, ideal untuk peralatan listrik karena tidak meninggalkan residu.
β
Cocok untuk: Data center, server room, laboratorium, ruang kontrol listrik.
β
Penempatan: Dekat panel listrik, ruang server, dan area dengan alat elektronik sensitif.
4. Halon Free (AFF 36 – Clean Agent)
β
Fungsi: Alternatif ramah lingkungan untuk gas Halon, efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C.
β
Cocok untuk: Perkantoran, museum, perpustakaan, pusat data.
β
Penempatan: Area dengan barang berharga yang tidak boleh terkena residu pemadam, seperti ruang arsip atau laboratorium.
PENEMPATAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) YANG TEPAT
Agar APAR dapat digunakan dengan cepat saat terjadi kebakaran, perlu ditempatkan di lokasi strategis. Berikut panduan penempatan APAR berdasarkan jenis dan fungsinya:
1. APAR Dry Chemical Powder
π Penempatan:
- Dekat panel listrik dan mesin produksi
- Gudang penyimpanan bahan baku
- Ruang server dan area kerja perkantoran
- Area parkir dan bengkel
2. APAR Foam (AFFF - Aqueous Film Forming Foam)
π Penempatan:
- SPBU dan tempat penyimpanan bahan bakar
- Pabrik kimia atau industri dengan cairan mudah terbakar
- Dapur komersial dan restoran
- Hangar pesawat dan kapal
3. APAR COβ (Karbon Dioksida)
π» Penempatan:
- Ruang server dan data center
- Laboratorium dan ruang kontrol elektronik
- Pabrik elektronik dan industri percetakan
- Bank dan fasilitas dengan peralatan listrik sensitif
4. APAR Halon Free (Clean Agent AFF 36)
π Penempatan:
- Museum dan ruang arsip
- Perpustakaan dan galeri seni
- Ruang penyimpanan dokumen penting
- Laboratorium farmasi dan rumah sakit
JARAK IDEAL PENEMPATAN APAR
- Setiap 15 meter harus ada satu unit APAR
- Diletakkan pada ketinggian 1 – 1,25 meter dari lantai
- Dekat dengan jalur evakuasi dan pintu keluar
- Mudah terlihat dan tidak terhalang barang
INSPEKSI RUTIN APAR
π Setiap bulan:
β
Periksa manometer (jarum di zona hijau)
β
Pastikan segel masih utuh
β
Cek kondisi tabung dari karat atau kebocoran
π§ Setiap tahun:
β
Lakukan isi ulang APAR sesuai masa berlaku
β
Periksa dan ganti komponen jika diperlukan
β
Uji coba semprot untuk memastikan fungsionalitas
KEUNTUNGAN ISI ULANG APAR SECARA RUTIN
Melakukan isi ulang APAR secara berkala memiliki banyak manfaat, di antaranya:
β
Menjaga Efektivitas APAR – Media pemadam tetap optimal dalam memadamkan api.
β
Memenuhi Standar Keselamatan – Kepatuhan terhadap regulasi seperti SNI 1848:2019 dan NFPA 10.
β
Menghindari Kerusakan Tabung – Mencegah kebocoran, korosi, atau tekanan tidak stabil.
β
Menghemat Biaya – Isi ulang lebih ekonomis dibanding membeli APAR baru.
β
Siap Digunakan dalam Keadaan Darurat – Mengurangi risiko kebakaran besar akibat APAR yang tidak berfungsi.
PROSES ISI ULANG APAR YANG STANDAR
Penyedia jasa isi ulang APAR yang profesional akan melakukan proses sebagai berikut:
1οΈβ£ Pemeriksaan Awal – Mengecek kondisi tabung dan tekanan.
2οΈβ£ Pengosongan Media Lama – Mengeluarkan sisa media pemadam.
3οΈβ£ Pembersihan Tabung – Membersihkan bagian dalam tabung dari sisa residu.
4οΈβ£ Pengisian Media Baru – Menggunakan bahan berkualitas sesuai jenis APAR.
5οΈβ£ Pengujian Tekanan – Memastikan tekanan tabung sesuai standar.
6οΈβ£ Pemasangan Segel dan Label Baru – Memberikan tanda bahwa APAR siap digunakan.
7οΈβ£ Pemeriksaan Akhir – Uji coba semprot untuk memastikan APAR berfungsi dengan baik.
TIPS MEMILIH JASA ISI ULANG APAR TERBAIK
β Pilih penyedia jasa yang bersertifikat dan berpengalaman
β Pastikan menggunakan media pemadam berkualitas
β Cek apakah mereka memberikan garansi isi ulang
β Periksa reputasi melalui ulasan pelanggan
β Tanyakan apakah mereka menyediakan layanan inspeksi dan perawatan APAR
DAFTAR HARGA ISI ULANG APAR BERDASARKAN JENIS MEDIA
Harga isi ulang APAR bervariasi tergantung pada jenis media pemadam dan kapasitas tabung. Berikut perkiraan harga isi ulang APAR di Indonesia:
1. Dry Chemical Powder
π° 1 kg: Rp 50.000 - Rp 100.000
π° 3 kg: Rp 150.000 - Rp 250.000
π° 6 kg: Rp 250.000 - Rp 400.000
π° 9 kg: Rp 350.000 - Rp 500.000
2. Foam (Busa AFFF - Aqueous Film Forming Foam)
π° 3 kg: Rp 200.000 - Rp 300.000
π° 6 kg: Rp 350.000 - Rp 500.000
π° 9 kg: Rp 500.000 - Rp 700.000
3. COβ (Karbon Dioksida)
π° 2 kg: Rp 150.000 - Rp 250.000
π° 5 kg: Rp 400.000 - Rp 600.000
π° 9 kg: Rp 600.000 - Rp 900.000
4. Halon Free (AFF 36 / Clean Agent)
π° 3 kg: Rp 500.000 - Rp 700.000
π° 6 kg: Rp 800.000 - Rp 1.200.000
π° 9 kg: Rp 1.200.000 - Rp 1.500.000
β Catatan: Harga dapat berbeda tergantung lokasi dan penyedia jasa isi ulang.
BERAPA LAMA WAKTU ISI ULANG APAR?
β³ Isi ulang APAR umumnya memakan waktu sekitar 1 - 2 jam per unit, tergantung jenis media dan jumlah APAR yang perlu diisi ulang.
π Disarankan melakukan isi ulang setiap 1 tahun sekali atau segera setelah digunakan.
TANYA LOKASI ISI ULANG APAR DI KOTA ANDA?
Jika Anda mencari tempat isi ulang APAR di kota tertentu, saya bisa membantu mencarikan rekomendasi terbaik. Silakan beritahu lokasi Anda! π₯π
STANDAR KESELAMATAN DAN REGULASI ISI ULANG APAR
Untuk memastikan bahwa APAR berfungsi dengan baik dan sesuai standar keselamatan, berikut regulasi yang harus dipatuhi:
1. Standar Nasional Indonesia (SNI 1848:2019)
β
Menetapkan spesifikasi teknis APAR yang digunakan di Indonesia.
β
Mewajibkan pengujian tekanan dan ketahanan tabung.
β
Mengatur tentang media pemadam yang aman dan efektif.
2. National Fire Protection
β
Mengatur prosedur inspeksi, pengisian ulang, dan pemeliharaan APAR.
β
Menentukan penempatan APAR sesuai risiko kebakaran.
β
Menetapkan persyaratan pelatihan penggunaan APAR bagi karyawan atau penghuni gedung.
3. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 4 Tahun 1980
β
Mewajibkan setiap tempat kerja memiliki APAR sesuai kebutuhan dan risiko.
β
Mengatur inspeksi rutin dan sertifikasi APAR.
β
Menentukan kewajiban pemilik usaha dalam menyediakan sistem pemadam kebakaran yang andal.
KAPAN HARUS MELAKUKAN HYDROTEST PADA APAR?
π¦ Hydrotest adalah uji tekanan untuk memastikan kekuatan tabung APAR.
β
Dilakukan setiap 5 tahun sekali atau jika ada kerusakan pada tabung.
β
Wajib dilakukan oleh penyedia jasa bersertifikat.
β
Jika tabung gagal uji, harus diganti dengan yang baru.
KONTAK PENYEDIA JASA ISI ULANG APAR
Jika Anda ingin mengetahui lokasi jasa isi ulang APAR terbaik di kota Anda, beri tahu saya lokasi spesifiknya! Saya bisa mencarikan tempat yang terpercaya dan sesuai standar keselamatan. π₯π
PERAWATAN RUTIN APAR UNTUK MENJAGA KINERJA OPTIMAL
Agar APAR selalu siap digunakan dalam keadaan darurat, lakukan perawatan rutin dengan langkah-langkah berikut:
1. Pemeriksaan Bulanan
π Periksa indikator tekanan – Pastikan jarum manometer berada di zona hijau.
π Cek segel keamanan – Segel harus utuh dan belum pernah digunakan.
π Pastikan tidak ada kerusakan fisik – Tabung tidak boleh penyok, bocor, atau berkarat.
π Goyangkan APAR – Khusus untuk Dry Chemical Powder, agar bubuk tidak menggumpal.
2. Pemeriksaan Tahunan (Oleh Teknisi Profesional)
π Isi ulang APAR – Jika sudah melewati masa berlaku (biasanya 1 tahun untuk bubuk dan foam).
π Uji coba semprot – Pastikan APAR bekerja dengan baik.
π Periksa label dan instruksi penggunaan – Label harus masih terbaca dengan jelas.
π Lakukan Hydrotest – Setiap 5 tahun untuk memastikan kekuatan tabung.
CARA MENGGUNAKAN APAR DENGAN METODE P.A.S.S
Jika terjadi kebakaran, gunakan APAR dengan langkah berikut:
π₯ P = Pull (Tarik) – Tarik pin pengaman pada pegangan APAR.
π₯ A = Aim (Arahkan) – Arahkan nozzle ke dasar api, bukan ke asapnya.
π₯ S = Squeeze (Tekan) – Tekan tuas untuk menyemprotkan media pemadam.
π₯ S = Sweep (Sapukan) – Gerakkan nozzle dari kiri ke kanan hingga api padam.
KEWAJIBAN PERUSAHAAN DAN GEDUNG TERHADAP APAR
π’ Gedung perkantoran dan industri harus memiliki APAR di setiap lantai
πͺ APAR harus ditempatkan di dekat jalur evakuasi dan pintu keluar
π
Lakukan inspeksi dan isi ulang APAR secara berkala sesuai regulasi
BUTUH INFORMASI TEMPAT ISI ULANG APAR DI KOTA ANDA?
Beri tahu saya lokasi Anda, dan saya akan mencarikan penyedia jasa isi ulang APAR terpercaya sesuai




