APAR (Alat Pemadam Api Ringan) 3 kg biasanya digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil di rumah, kantor, atau kendaraan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk APAR 3 kg:
Harga pemadam api dry chemical powder untuk industri bervariasi tergantung pada kapasitas dan spesifikasi produk. Berikut adalah beberapa pilihan yang tersedia:
1. Kapasitas Pemadam Api
- 1 kg – 3.5 kg: Cocok untuk perlindungan awal dan area kecil seperti kantor atau kendaraan.
- 6 kg – 9 kg: Digunakan di area yang lebih luas seperti ruang mesin atau laboratorium.
- 25 kg – 50 kg (Trolley): Untuk pabrik, gudang, dan tempat dengan risiko kebakaran tinggi.
2. Jenis Kebakaran yang Dapat Dipadamkan
Pemadam dry chemical powder cocok untuk kebakaran kelas:
- Kelas A: Material padat (kayu, kertas, kain)
- Kelas B: Cairan mudah terbakar (bensin, minyak)
- Kelas C: Kebakaran akibat listrik
3. Harga dan Rekomendasi Produk
- Firefix ABC Powder 1 kg – Rp180.000
- Firefix ABC Powder 3.5 kg – Rp337.500
- ROYAL TABUNG APAR 9 kg – Rp981.000
- Pronaar Dry Chemical Powder 25 kg – Rp4.500.000
- INOS Fire Protection 50 kg (Trolley) – Rp7.450.000
Untuk kebutuhan industri, sebaiknya gunakan pemadam dengan kapasitas minimal 25 kg atau lebih, terutama jika lokasi memiliki risiko kebakaran tinggi seperti gudang bahan bakar atau pabrik kimia.

Apakah Anda ingin rekomendasi dari merek tertentu atau butuh informasi lebih lanjut soal pemasangan dan perawatannya?
4. Cara Memilih Pemadam Api Dry Chemical Powder yang Tepat
- Pilih Kapasitas Sesuai Kebutuhan
- Jika hanya untuk perlindungan dasar di kantor atau toko, 3.5 – 9 kg sudah cukup.
- Untuk pabrik, gudang, atau area luas, gunakan 25 – 50 kg (trolley type) agar lebih efektif.
- Perhatikan Standar Keamanan
- Pastikan produk memiliki sertifikasi SNI, ISO, atau NFPA.
- Cek tanggal kedaluwarsa serbuk pemadam agar tetap efektif saat digunakan.
- Pastikan Kemudahan Penggunaan
- Pilih model dengan katup tekan yang mudah dioperasikan.
- Untuk area luas, pilih trolley type agar lebih mudah dipindahkan.
- Bandingkan Harga dan Kualitas
- Jangan hanya tergiur harga murah, pastikan produk dari brand terpercaya seperti Firefix, Bromindo, Pronaar, atau INOS Fire Protection.
5. Cara Merawat Pemadam Api Dry Chemical Powder
Agar selalu siap digunakan, lakukan perawatan berikut:
✅ Cek tekanan tabung setiap bulan (jarum indikator harus di zona hijau).
✅ Kocok tabung setiap 3 bulan agar serbuk tidak menggumpal.
✅ Periksa selang dan katup untuk memastikan tidak ada kebocoran.
✅ Lakukan refill setiap 5 tahun atau setelah digunakan.
1. Jenis Media Pemadam:
- Dry Chemical Powder (DCP): Cocok untuk kebakaran kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).
- CO₂ (Karbon Dioksida): Cocok untuk kebakaran kelas B dan C, serta aman untuk peralatan elektronik.
- Foam (Busa): Cocok untuk kebakaran kelas A dan B.
- Water (Air Bertekanan): Cocok untuk kebakaran kelas A saja.
2. SPESIFIKASI UMUM APAR 3 KG:
- Berat total: ± 5–6 kg (tergantung jenis media).
- Tekanan kerja: 15–18 bar (untuk DCP), 56 bar (untuk CO₂).
- Tekanan uji tabung: 25–30 bar.
- Bahan tabung: Baja atau aluminium.
- Jarak semprot: 3–5 meter.
- Durasi semprot: 8–15 detik.
- Suhu operasi: -20°C hingga 55°C.
- Warna tabung: Merah (standar APAR).
- Standar: SNI, NFPA, atau ISO tergantung merek.

3. Kegunaan Berdasarkan Jenis Media
| JENIS MEDIA | KELAS KEBAKARAN | KELEBIHAN | KEKURANGAN |
|---|---|---|---|
| Dry Chemical Powder (DCP) | A, B, C | Serbaguna, efektif, murah | Meninggalkan residu, perlu pembersihan |
| CO₂ (Karbon Dioksida) | B, C | Tidak meninggalkan residu, aman untuk elektronik | Tidak cocok untuk ruang terbuka (mudah terbawa angin) |
| Foam (Busa) | A, B | Efektif untuk kebakaran minyak & cairan | Tidak cocok untuk kebakaran listrik |
| Water (Air Bertekanan) | A | Ramah lingkungan, murah | Tidak boleh digunakan untuk listrik dan minyak |
5. Perawatan & Masa Kedaluwarsa
- Cek tekanan APAR setiap bulan. Jika jarum manometer di zona hijau, masih aman digunakan.
- Goyangkan tabung (khusus DCP) setiap 3 bulan untuk mencegah bubuk mengeras.
- Isi ulang setelah penggunaan atau setiap 1-5 tahun (tergantung jenis media & ketentuan pabrikan).
- Simpan di tempat yang mudah dijangkau dan jauh dari panas berlebih.
6. Standar dan Sertifikasi APAR 3 Kg
Agar APAR aman dan efektif, sebaiknya memilih yang sudah memiliki standar berikut:
- SNI (Standar Nasional Indonesia) – Menjamin kualitas sesuai regulasi di Indonesia.
- NFPA (National Fire Protection Association, USA) – Standar keamanan internasional.
- ISO 9001 / ISO 14001 – Menunjukkan kualitas produk dan manajemen lingkungan.
- CE (Conformité Européene) – Standar keamanan di Eropa.
- K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) – Wajib untuk perusahaan & industri di Indonesia.
7. Harga APAR 3 Kg
Harga bervariasi tergantung jenis media dan merek, berikut kisaran harganya:
- Dry Chemical Powder (DCP): Rp 200.000 – Rp 400.000
- CO₂ (Karbon Dioksida): Rp 400.000 – Rp 800.000
- Foam (Busa): Rp 300.000 – Rp 600.000
- Water (Air Bertekanan): Rp 250.000 – Rp 500.000
8. Tempat Pembelian & Pengecekan Legalitas
- Bisa dibeli di toko alat pemadam kebakaran, marketplace (Tokopedia, Shopee, Bukalapak), atau distributor resmi.
- Pastikan ada sertifikat SNI & garansi resmi.
- Cek apakah penyedia juga menawarkan layanan isi ulang & servis APAR.

Alat pemadam api adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran dalam situasi darurat. Ada beberapa jenis alat pemadam api yang dikategorikan berdasarkan jenis api yang dapat mereka padamkan. Berikut adalah beberapa jenis utama:
JENIS ALAT PEMADAM API BERDASARKAN MEDIA PEMADAMNYA
- APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
- Cocok untuk kebakaran kecil atau awal.
- Mudah dibawa dan dioperasikan.
- APAB (Alat Pemadam Api Berat)
- Memiliki kapasitas lebih besar dari APAR.
- Digunakan di area industri atau tempat dengan risiko kebakaran tinggi.
Jenis Alat Pemadam Api Berdasarkan Media Pemadamnya
- Pemadam Air (Water-Based Extinguisher)
- Digunakan untuk kebakaran kelas A (bahan padat seperti kayu, kertas, kain).
- Tidak cocok untuk kebakaran yang melibatkan listrik atau bahan kimia.
- Pemadam Busa (Foam Extinguisher)
- Efektif untuk kebakaran kelas A dan B (cairan mudah terbakar seperti bensin dan minyak).
- Tidak disarankan untuk kebakaran listrik.
- Pemadam Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder Extinguisher)
- Bisa digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C (gas mudah terbakar).
- Tipe ABC adalah yang paling serbaguna.
- Pemadam Karbon Dioksida (CO₂ Extinguisher)
- Cocok untuk kebakaran kelas B dan C.
- Sering digunakan untuk peralatan listrik dan elektronik karena tidak meninggalkan residu.
- Pemadam Gas (Clean Agent Extinguisher)
- Menggunakan gas seperti Halotron atau FM-200 yang tidak merusak perangkat elektronik.
- Cocok untuk ruang server, laboratorium, atau fasilitas medis.
KLASIFIKASI KEBAKARAN
- Kelas A → Bahan padat seperti kayu, kertas, dan kain.
- Kelas B → Cairan mudah terbakar seperti bensin dan minyak.
- Kelas C → Gas mudah terbakar seperti LPG dan metana.
- Kelas D → Logam mudah terbakar seperti magnesium dan aluminium.
- Kelas K/F → Minyak goreng dan lemak dalam dapur komersial.
CARA MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API (METODE PASS)
Agar efektif dalam memadamkan kebakaran, gunakan metode PASS:
- Pull (Tarik) → Tarik pin pengaman pada alat pemadam.
- Aim (Arahkan) → Arahkan selang atau nozzle ke sumber api, bukan ke nyala apinya.
- Squeeze (Tekan) → Tekan tuas untuk menyemprotkan media pemadam.
- Sweep (Sapukan) → Gerakkan nozzle secara menyapu ke seluruh area api hingga padam.
PEMELIHARAAN DAN PENGECEKAN ALAT PEMADAM API
Agar alat pemadam api tetap siap digunakan, lakukan pemeriksaan rutin:
- Setiap Bulan
- Pastikan segel dan pin pengaman masih utuh.
- Periksa tekanan pada manometer (jika ada).
- Pastikan tidak ada kerusakan fisik pada tabung.
- Setiap 6 Bulan
- Lakukan pengocokan (jika menggunakan serbuk kimia) untuk mencegah pemadatan.
- Periksa nozzle apakah tersumbat atau tidak.
- Setiap Tahun
- Lakukan pengisian ulang jika media pemadam sudah berkurang atau kedaluwarsa.
- Lakukan uji kelayakan oleh teknisi atau ahli pemadam kebakaran.
- Setiap 5 Tahun
- Uji hidrostatik pada tabung untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kelemahan material.
Penempatan Alat Pemadam Api
Untuk memastikan alat pemadam api mudah diakses:
- Pasang di tempat strategis, seperti dekat pintu keluar atau area dengan risiko kebakaran tinggi.
- Ketinggian pemasangan ideal adalah 1-1,5 meter dari lantai.
- Beri tanda yang jelas agar mudah dikenali.
- Pastikan jalur menuju alat pemadam tidak terhalang barang lain.
Alat pemadam api adalah peralatan penting untuk keselamatan dalam menghadapi kebakaran. Memilih jenis yang sesuai, memahami cara penggunaannya, serta melakukan pemeliharaan secara rutin adalah langkah penting untuk memastikan efektivitasnya dalam keadaan darurat. 🚒🔥

JENIS KEBAKARAN DAN PENANGANANNYA
Agar alat pemadam api digunakan dengan tepat, penting untuk memahami jenis kebakaran dan cara penanganannya:
1. Kebakaran Kelas A (Bahan Padat - Kayu, Kertas, Kain, Plastik, dll.)
- Penyebab: Sumber panas yang menyulut bahan mudah terbakar seperti kayu dan kertas.
- Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
- Air (Water-based extinguisher)
- Busa (Foam extinguisher)
- Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
2. Kebakaran Kelas B (Cairan Mudah Terbakar - Bensin, Minyak, Alkohol, dll.)
- Penyebab: Tumpahan cairan yang terkena percikan api atau sumber panas.
- Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
- Busa (Foam extinguisher)
- Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
- Karbon dioksida (CO₂ extinguisher)
⚠️ Jangan gunakan air karena bisa menyebabkan penyebaran api lebih luas.
3. Kebakaran Kelas C (Gas Mudah Terbakar - LPG, Propana, Metana, dll.)
- Penyebab: Kebocoran gas yang tersulut api atau percikan listrik.
- Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
- Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
- Karbon dioksida (CO₂ extinguisher)
⚠️ Jangan gunakan air karena dapat meningkatkan risiko ledakan.
4. Kebakaran Kelas D (Logam Mudah Terbakar - Magnesium, Aluminium, Natrium, dll.)
- Penyebab: Logam yang terbakar akibat panas tinggi atau reaksi kimia.
- Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
- Serbuk kimia khusus (D-Class Powder)
⚠️ Jangan gunakan air atau alat pemadam biasa karena dapat memperburuk reaksi kimia.
5. Kebakaran Kelas K/F (Minyak dan Lemak dalam Dapur - Minyak Goreng, Lemak Hewan, dll.)
- Penyebab: Minyak panas yang menyala di penggorengan atau alat memasak lainnya.
- Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
- Pemadam kimia basah (Wet Chemical Extinguisher)
⚠️ Jangan gunakan air karena akan membuat api menyebar lebih luas.
Tips Keselamatan Saat Menggunakan Alat Pemadam Api
- Pastikan keselamatan diri → Jangan mencoba memadamkan api jika terlalu besar atau situasi berbahaya.
- Gunakan alat yang sesuai → Gunakan pemadam yang cocok untuk jenis kebakaran.
- Lakukan evakuasi jika perlu → Jika api tidak bisa dikendalikan dalam waktu singkat, segera tinggalkan area.
- Hubungi pemadam kebakaran → Meskipun api sudah padam, tetap laporkan ke dinas pemadam kebakaran untuk pemeriksaan lebih lanjut.
PENANGANAN DARURAT SELAIN MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API
- Jika terjadi kebakaran listrik, segera matikan sumber listrik sebelum memadamkan api.
- Jika pakaian seseorang terbakar, gunakan teknik "Stop, Drop, and Roll" (Berhenti, Jatuhkan diri, dan Berguling).
- Jika ruangan penuh asap, merangkaklah di dekat lantai untuk menghindari asap beracun.
- Jika terjadi kebakaran besar, jangan mencoba menjadi pahlawan—evakuasi dan hubungi pemadam kebakaran!
- Memahami jenis kebakaran sangat penting untuk menggunakan alat pemadam yang tepat.
- Setiap jenis kebakaran membutuhkan media pemadam yang berbeda.
- Keselamatan diri adalah prioritas utama saat menangani kebakaran.
- Pemeliharaan alat pemadam api harus dilakukan secara berkala agar selalu siap digunakan.
STANDAR DAN REGULASI ALAT PEMADAM API
Agar alat pemadam api dapat bekerja dengan optimal dan sesuai dengan peraturan keselamatan, ada beberapa standar dan regulasi yang harus dipatuhi:
1. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Alat Pemadam Api
Di Indonesia, alat pemadam api harus memenuhi standar SNI 1848:2018 yang mencakup:
- Kualitas tabung dan ketahanan tekanan
- Jenis dan efektivitas media pemadam
- Sistem pengoperasian dan keselamatan penggunaan
- Label dan informasi produk yang jelas
2. Standar Internasional yang Berlaku
Beberapa standar internasional yang digunakan untuk alat pemadam api meliputi:
- NFPA (National Fire Protection Association – AS)
- BS EN3 (British Standards – Eropa)
- UL (Underwriters Laboratories – AS dan Kanada)
- ISO 7165 (Standar internasional alat pemadam kebakaran portable)
3. Regulasi Keselamatan Kerja di Indonesia
Di Indonesia, penggunaan alat pemadam api diatur dalam:
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. PER.04/MEN/1980 tentang syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran.
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Perusahaan atau gedung komersial wajib menyediakan alat pemadam api yang sesuai dengan risiko kebakaran di tempat kerja mereka.

PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PEMADAM API
Agar alat pemadam api digunakan secara efektif, pelatihan sangat penting. Berikut beberapa langkah pelatihan yang harus diberikan kepada karyawan atau penghuni bangunan:
1. Pelatihan Dasar
- Mengenal jenis-jenis alat pemadam api
- Memahami klasifikasi kebakaran
- Mempelajari metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep)
2. Simulasi Pemadaman Kebakaran
- Latihan praktik menggunakan APAR di area aman
- Cara menghadapi kebakaran kecil hingga sedang
- Teknik evakuasi darurat jika kebakaran semakin besar
3. Pengujian dan Evaluasi
- Memeriksa apakah peserta pelatihan memahami prosedur penggunaan alat pemadam api
- Ujian teori dan praktik untuk menguji kesiapan dalam menghadapi kebakaran
Kapan Harus Mengganti atau Mengisi Ulang Alat Pemadam Api?
Agar alat pemadam api tetap efektif, penting untuk mengganti atau mengisi ulang sesuai jadwal:
- Setiap 1 tahun → Pemeriksaan rutin dan isi ulang jika media pemadam mulai berkurang.
- Setiap 3–5 tahun → Penggantian atau uji hidrostatik tabung pemadam untuk memastikan tidak ada kebocoran.
- Setelah digunakan → Meskipun hanya digunakan sebagian, alat pemadam harus segera diisi ulang agar tetap siap pakai.
KESIMPULAN
- Alat pemadam api harus memenuhi standar nasional dan internasional untuk memastikan efektivitas dan keamanan.
- Pelatihan penggunaan alat pemadam sangat penting agar pengguna bisa menggunakannya dengan benar dalam situasi darurat.
- Perawatan dan pengisian ulang secara berkala wajib dilakukan agar alat pemadam tetap siap digunakan kapan saja.
- Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kebakaran harus dijaga untuk menghindari risiko besar akibat kebakaran.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan media Dry Chemical Powder adalah pilihan yang umum dan efektif untuk digunakan di kantor, karena mampu memadamkan kebakaran kelas A (bahan padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas). Berikut adalah beberapa pilihan APAR dengan media Dry Chemical Powder yang tersedia di pasaran:




