Alat pemadam api busa (foam) adalah jenis alat pemadam kebakaran yang menggunakan busa sebagai media pemadam api.
Busa ini bekerja dengan cara menutup permukaan bahan yang terbakar, sehingga memutus suplai oksigen dan memadamkan api.Berikut adalah beberapa jenis alat pemadam api busa yang umum digunakan:
- Foam Kelas A:
- Jenis busa ini dirancang untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan bahan padat mudah terbakar, seperti kayu, kertas, dan kain.
- Umumnya busa kelas A ini digunakan untuk kebakaran yang terjadi di hutan.
- Foam Kelas B:
- Jenis busa ini efektif untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan cairan mudah terbakar, seperti bensin, minyak, dan alkohol.
- Busa jenis B dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu busa sintetik dan Aqueous Film Forming Foams (AFFF).
- Busa sintetik mempunyai keunggulan cepat mengalir dan memadamkan
- Alcohol Resistant Aqueous Film Forming Foams (AR-AFFF):
- Jenis busa ini dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan alkohol dan pelarut polar lainnya.
- Tipe ini berubah menjadi lapisan pelindung saat disemprotkan oleh perangkat fire fighting.
- Foam Protein:
- Jenis busa ini terbuat dari bahan-bahan organik, seperti protein kedelai atau tepung tulang.
- Foam protein efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A dan B, dan memiliki sifat yang tahan lama.

CARA KERJA ALAT PEMADAM API BUSA
Alat pemadam api busa bekerja dengan beberapa mekanisme utama:
- Penyelimutan (Blanketing):
- Busa membentuk lapisan yang menutupi permukaan bahan yang terbakar, sehingga memutus kontak antara bahan bakar dengan oksigen.
- Hal ini sangat efektif untuk memadamkan kebakaran cairan yang mudah terbakar, di mana uap bahan bakar dapat dengan mudah bercampur dengan udara.
- Pendinginan (Cooling):
- Busa mengandung air, yang membantu mendinginkan bahan yang terbakar dan menurunkan suhu di bawah titik nyala.
- Hal ini membantu mencegah api menyala kembali.
- Pemisahan (Separation):
- Dalam beberapa kasus, busa dapat membantu memisahkan bahan bakar dari sumber api, terutama dalam kebakaran cairan.
Keunggulan Alat Pemadam Api Busa
- Efektif untuk kebakaran kelas A dan B.
- Mampu menutupi area yang luas dengan cepat.
- Mencegah api menyala kembali.
- sangat berguna untuk kebakaran cairan mudah terbakar.
Kekurangan Alat Pemadam Api Busa
- Tidak efektif untuk kebakaran kelas C (listrik) atau kelas D (logam).
- Busa dapat meninggalkan residu yang perlu dibersihkan.
- beberapa tipe busa tidak ramah lingkungan.
Pentingnya Pemilihan Jenis Busa yang Tepat
Pemilihan jenis busa yang tepat sangat penting untuk efektivitas pemadaman kebakaran. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
- Jenis bahan yang terbakar.
- Lingkungan di mana alat pemadam api akan digunakan.
- Pertimbangan lingkungan.
Perawatan dan Inspeksi
Seperti semua alat pemadam api, alat pemadam api busa perlu dirawat dan diperiksa secara berkala untuk memastikan kinerjanya yang optimal.
- Periksa tekanan tabung secara teratur.
- Pastikan selang dan nozzle dalam kondisi baik.
- Lakukan perawatan berkala sesuai dengan petunjuk pabrikan.

Cara Penggunaan Alat Pemadam Api Busa (APAR Busa)
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menggunakan APAR busa:
- Tarik Pin Pengaman: Tarik pin pengaman yang biasanya terletak di bagian atas tuas APAR.
- Arahkan Nozzle: Arahkan nozzle atau selang APAR ke dasar api, bukan ke nyala api itu sendiri.
- Tekan Tuas: Tekan tuas APAR untuk mengeluarkan busa.
- Sapukan Nozzle: Sapu atau gerakkan nozzle dari sisi ke sisi untuk menutupi area api dengan busa secara merata.
- Perhatikan arah angin: Usahakan memadamkan api dengan arah angin yang benar, agar busa tidak berbalik mengenai diri kita sendiri.
Hal-hal Penting Lainnya
- Pelatihan:Sangat penting untuk mendapatkan pelatihan yang tepat tentang cara menggunakan APAR busa. Pelatihan ini akan membantu Anda memahami cara kerja APAR dan cara menggunakannya dengan aman dan efektif.
- Penempatan:
APAR busa harus ditempatkan di lokasi yang mudah diakses dan strategis, seperti di dekat pintu keluar, di area dengan risiko kebakaran tinggi, dan di tempat-tempat yang mudah terlihat.
- Inspeksi Berkala: Lakukan inspeksi berkala pada APAR busa untuk memastikan bahwa tabung dalam kondisi baik, tekanan masih dalam batas normal, dan nozzle tidak tersumbat.
- Jenis Kebakaran: Ingatlah bahwa APAR busa paling efektif untuk kebakaran kelas A (bahan padat) dan kelas B (cairan mudah terbakar). Jangan gunakan APAR busa untuk kebakaran kelas C (listrik) atau kelas D (logam).
- Keselamatan: utamakan keselamatan diri sendiri ketika memadamkan api. Jika api terlalu besar atau tidak terkendali, segera evakuasi area dan hubungi petugas pemadam kebakaran.
- Busa Sintetis:
- Terbuat dari bahan kimia sintetis.
- Lebih cepat menyebar dan efektif dalam memadamkan api.
- Umumnya lebih ekonomis.
- Aqueous Film Forming Foams (AFFF) adalah salah satu jenis busa sintetis.
- Busa Protein:
- Terbuat dari bahan organik, seperti protein kedelai atau tepung tulang.
-
- Selain inspeksi berkala, pelatihan bagi pengguna sangat penting. Pengguna harus memahami cara menggunakan APAR busa dengan benar, mengenali jenis kebakaran yang sesuai, dan mengetahui tindakan keselamatan yang perlu diambil.
- Pembuangan Busa Bekas: Pembuangan busa bekas harus dilakukan sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku. Beberapa jenis busa mungkin mengandung bahan kimia berbahaya yang memerlukan penanganan khusus.
CONTOH PEMILIHAN APAR YANG SESUAI

- Gudang penyimpanan bahan kimia cair mudah terbakar: Dalam kasus ini, APAR busa jenis AFFF atau AR-AFFF adalah pilihan yang tepat. AFFF efektif untuk memadamkan kebakaran cairan hidrokarbon, sementara AR-AFFF diperlukan jika terdapat risiko kebakaran yang melibatkan alkohol atau pelarut polar. Kantor atau gedung perkantoran APAR busa jenis
Pelatihan Berkala: Selain pelatihan awal, pelatihan berkala sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang tetap kompeten dalam menggunakan APAR busa. Pelatihan berkala juga dapat membantu mengingatkan orang tentang tindakan keselamatan yang perlu diambil dalam situasi kebakaran.
- Simulasi Kebakaran: Melakukan simulasi kebakaran secara berkala dapat membantu orang menjadi lebih akrab dengan prosedur pemadaman kebakaran dan meningkatkan respons mereka dalam situasi darurat. Simulasi ini juga dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah atau kekurangan dalam sistem pencegahan kebakaran.
- Aksesibilitas: Pastikan bahwa APAR busa mudah diakses dan tidak terhalang oleh benda-benda lain. Lokasi APAR harus ditandai dengan jelas dan diketahui oleh semua orang di area tersebut.
- Pemeliharaan Lingkungan: Perhatikan dampak lingkungan dari penggunaan busa pemadam kebakaran. Pilih busa yang ramah lingkungan dan pastikan pembuangan busa bekas dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pertimbangan Tambahan (Lanjutan)
- Ukuran dan Kapasitas: Pilih ukuran dan kapasitas APAR busa yang sesuai dengan potensi risiko kebakaran di area tersebut. Area dengan risiko kebakaran yang lebih tinggi mungkin memerlukan APAR dengan kapasitas yang lebih besar atau beberapa APAR yang ditempatkan secara strategis.
- Kondisi Lingkungan: Pertimbangkan kondisi lingkungan di mana APAR busa akan digunakan. Suhu ekstrem, kelembaban tinggi, atau paparan bahan kimia dapat mempengaruhi kinerja APAR. Pilih APAR yang sesuai dengan kondisi lingkungan tersebut.
- Peraturan dan Kode:Pastikan bahwa APAR busa yang digunakan memenuhi semua peraturan dan kode keselamatan kebakaran yang berlaku di wilayah Anda. Hal ini termasuk standar nasional dan internasional, serta peraturan lokal.
- Konsultasi dengan Ahli: Jika Anda tidak yakin tentang jenis atau jumlah APAR busa yang dibutuhkan, konsultasikan dengan ahli pencegahan kebakaran. Mereka dapat membantu Anda menilai risiko kebakaran dan merekomendasikan solusi yang tepat.
- Dokumentasi dan Pencatatan: Simpan catatan semua inspeksi, pemeliharaan, dan pelatihan yang terkait dengan APAR busa. Dokumentasi ini dapat membantu Anda melacak kondisi APAR dan memastikan bahwa semua persyaratan keselamatan terpenuhi.
- Resp on Cepat:Dalam keadaan kebakaran, kecepatan adalah hal yang sangat penting. Pastikan semua orang tahu dimana letak APAR, dan bagaimana cara menggunakannya.
- Evakuasi: Ingat, APAR hanya untuk api kecil, jika api membesar, segera evakuasi diri, dan orang disekitar, lalu hubungi pemadam kebakaran.




